Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harus Kerja Keras, Menkes Sebut Stunting Harusnya Dicegah Bukan Diobati

📅 Rabu, 01 Nov 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harus Kerja Keras, Menkes Sebut Stunting Harusnya Dicegah Bukan Diobati Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono dalam peluncuran Gerakan Anak Sehat, di RPTRA Utama, Jalan Utama Raya No 47, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (31/10/2023).

Jakarta - Kerja keras, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut masalah tengkes atau stunting seharusnya dicegah sejak anak dalam kandungan bukan untuk diobati.

"Cegahlah stunting, jangan mengobati stunting. Jangan sampai jadistunting, itu yang penting," ucap Budi peluncuran Gerakan Anak Sehat, di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Utama, Jalan Utama Raya Nomor 47, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa.

Budi menyebut pencegahan tengkes ditujukan agar penyakit tersebut tidak berkembang semakin jauh dan berdampak buruk bagi anak.

"Kita ingin mencegah jangan sampai stunting, karena kalau stunting itu kayak kanker stadium lima, sudah telat. Jadi, kalau bisa anaknya jangan jadi stunting, anaknya dijaga tetap sehat, jangan sampai sakit, menjaga agar tetap sehat," kata Budi.

Ia meminta kerja sama dan kepekaan masyarakat terhadap tanda-tanda tengkes agar dapat segara diantisipasi.

"Enggak mungkin stunting dijalankansendiri, harus bersama-sama. Jangan hanya pemda, tapi melibatkan semua masyarakat.

Stunting ketahuannya itu ditimbang. Kalau berat badan anak tidak naik, nah itu sudah enggak sehat, cepat-cepat dikirim ke puskesmas, itu ada tatalaksananya," kata Budi.

Terkait pemilihan Jakarta sebagai lokasi peluncuran program Gerakan Anak Sehat, Budi menilai Jakarta gencar mencari dan mengintervensi kasus stunting.

Mengenai hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono menyebut pihaknya terus mencari dan berupaya menangani kasus stunting dengan berbagai aksi.

"Kami sudah melakukan aksi-aksi bersama Pak Menkes pada saat saya menjabat, dan ditindaklanjuti oleh masyarakat, namanya Jakarta Beraksi. Di Jakarta saat ini stuntingada 22 ribu, sudah selesai stuntingnya adalah 9 ribuan, dan ini terus kami cari," ujar Heru.

Lebih lanjut Heru mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta juga aktif melakukan pemberian makanan tambahan.

"Kami di Pemda DKI saat ini memiliki namanya Jakarta Anak Sehat. Di posyandu kami berikan makanan tambahan, di Dinas Sosial juga ada, tiap kelurahan seperti di RPTRA, itu kita berikan juga kegiatan-kegiatan makan tambahan untuk mengatasi stunting," ujarnya.

Heru menegaskanpihaknya terus berupaya mencegah agar anak-anak di Jakarta tidak stunting.

"Pemda DKI berusaha anak itu tidak masuk ke stunting, rawan gizi. Misalnya sekarang ada 397 ribu anak rawan gizi, tapi belum tentu stunting," ucap Heru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

46 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...
Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.