Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Imbau Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Wakatobi

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 11:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Imbau Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Wakatobi Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: gelombang di Perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di laut untuk mewaspadai gelombang tinggi mencapai 2,5 meter di Perairan Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Sugeng Widarko, saat dihubungi di Kendari, Selasa (28/4), mengatakan berdasarkan analisis sinoptik, pola angin di wilayah Sultra umumnya bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 15 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau dapat mencapai 20 knot atau setara dengan 5 Skala Beaufort, terutama di wilayah Laut Banda timur Wakatobi. Hal ini memicu peningkatan ketinggian gelombang," kata Sugeng Widarko.

Ia merinci peringatan dini gelombang tinggi dengan rentang 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi dalam dua periode waktu di lokasi yang berbeda.

Pada periode 28 hingga 29 April 2026 risiko gelombang tinggi diprakirakan melanda wilayah Perairan Wakatobi bagian barat, Perairan Wakatobi bagian timur, serta Laut Banda timur Wakatobi.

"Selanjutnya pada periode 29 hingga 30 April 2026 area terdampak diprediksi meliputi Perairan Wakatobi bagian timur, Laut Banda timur Wawonii, dan Laut Banda timur Wakatobi," ujarnya.

Sugeng Widarko juga mengimbau kepada para pengguna jasa transportasi laut, nelayan, dan masyarakat yang beraktivitas di sektor maritim, untuk tetap waspada dan memperhatikan risiko keselamatan pelayaran.

Kondisi angin kencang dan gelombang tinggi tersebut dapat mengganggu aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal-kapal berukuran kecil.

Selain informasi gelombang, BMKG juga menyediakan pembaruan berkala mengenai prakiraan cuaca di area pelabuhan dan wilayah perairan Sultra yang berlaku mulai 28 April hingga 1 Mei 2026.

"Masyarakat dan pelaku pelayaran diharapkan terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi kami. Prakiraan lebih lengkap dapat diakses melalui laman https://maritim.bmkg.go.id/ atau melalui tautan https://link.bmkg.go.id/stamarkendari," ucap Sugeng Widarko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Cermati Bahaya Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu ke Depan

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cermati Bahaya Tekanan Dara...

Ada yang Tahu Jumlah Cagar Budaya Secara Nasional?

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...

Suara Rakyat Tetap Jadi Landasan Jakarta Membangun

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Suara Rakyat Tetap Jadi Lan...

50 Duta Besar Hadiri Jakarta Twilight Soiree  

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
50 Duta Besar Hadiri Jakart...
PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.