Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Instalasi Tenaga Surya AS pada 2023 Diprediksi Lampaui 30 GW

📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Instalasi Tenaga Surya AS pada 2023 Diprediksi Lampaui 30 GW Doc: FREDERIC J BROWN/AFP
Ket. Panel surya untuk proyek ketahanan energi di Los Alamitos, California, AS.

LOS ANGELES - Industri tenaga surya Amerika Serikat (AS) memperkirakan akan mencatat rekor kapasitas baru sebesar 32 gigawatt (GW) pada 2023 atau meningkat 52 persen dibandingkan pada tahun 2022, demikian laporan yang dirilis Asosiasi Industri Energi Surya dan perusahaan konsultan Wood Mackenzie, Kamis (7/9).

Menurut laporan US Solar Market Insight untuk kuartal ketiga 2023, industri tenaga surya AS memasang kapasitas arus searah 5,6 GW pada kuartal kedua 2023, meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama pada 2022 dan turun 8 persen dibandingkan kuartal pertama 2023.

Laporan itu menyebutkan volume untuk 2023 di AS diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan dalam basis tahunan, bertolak belakang dengan kontraksi yang dialami industri tersebut pada 2022.

Wood Mackenzie memperkirakan total kapasitas tenaga surya yang beroperasi akan tumbuh dari 153 GW saat ini menjadi 375 GW per 2028 dan mengaitkannya dengan pemulihan industri yang lambat dari kendala rantai pasokan pada 2022.

Menurut Abigail Ross Hopper, Presiden sekaligus CEO Asosiasi Industri Energi Surya, AS telah menjadi "pemain dominan dalam ekonomi energi bersih global", dan negara-negara bagian, seperti Florida, Texas, Ohio, dan Georgia berada di garis depan dalam pertumbuhan lapangan kerja dan kemakmuran ekonomi.

Lonjakan Investasi

Laporan itu juga menyoroti lonjakan investasi di bidang tersebut, menyebutkan jika semua investasi manufaktur domestik baru yang diumumkan sejauh ini terwujud maka pada 2026 output manufaktur modul surya AS akan menjadi 10 kali lebih besar dibandingkan saat ini.

Sebelumnya, Badan Perlindungan Lingkungan atau US Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat meluncurkan dua program hibah dengan total pembiayaan sebesar 20 miliar dollar AS (309,56 triliun rupiah) untuk meningkatkan investasi energi bersih, terutama pada masyarakat berpendapatan rendah.

Program pertama, yaitu National Clean Investment Fund dengan pendanaan sebesar 14 miliar dollar AS (216,69 triliun rupiah), akan menyediakan hibah kepada dua atau tiga institusi keuangan nasional yang berhaluan energi bersih.

Pendanaan tersebut memungkinkan lembaga-lembaga itu dapat bekerja sama dengan sektor swasta untuk memberikan pembiayaan kepada puluhan ribu proyek teknologi bersih di seluruh negeri, menurut keterangan Gedung Putih.

Wakil Presiden Kamala Harris dalam keterangan tersebut mengatakan kalangan pelajar, pemilik usaha kecil, dan tokoh masyarakat yang memiliki ide inovatif untuk mengurangi tingkat emisi dan mempercepat transisi energi bersih kini dapat merealisasikan proyek-proyek mereka.

"Sembari menciptakan ... ekonomi energi bersih yang bermanfaat bagi semua," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.