Mengapa Ada Orang yang Rela Jadi Polisi atau Anggota TNI Gadungan?
📅 Jumat, 21 Apr 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim PenulisPada beberapa kasus, kegagalan dalam seleksi menjadi TNI atau Polri di masa lalu kerap memotivasi seseorang untuk menjadi aparat gadungan.
Apa yang dilakukan, bukan dikenakan
Media sosial telah mendesentralisasi kendali atas konten dari institusi kepada individu. Oleh karena itu, usaha mengendalikan konten dapat dikatakan hampir mustahil.
Walaupun institusi TNI telah mengeluarkan instruksi terkait penggunaan media sosial, TNI dan Polri masih kerepotan mengawasi dampak yang ditimbulkan oleh konten anggotanya terhadap masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai tantangan jangka panjang, TNI dan Polri tentu perlu mengentaskan asosiasi antara instansi mereka dengan citra negatif yang selama ini justru dijajakan: kebal hukum, simbol maskulinitas yang rapuh, dan puncak kemapanan dalam konotasi yang merendahkan.
Upaya tersebut dapat dibarengi dengan mendorong lebih banyak konten yang fokus pada tanggung jawab seorang aparat keamanan alih-alih pesonanya. Harapannya, masyarakat dapat menilai aparat keamanan dari apa yang mereka lakukan dan bukan apa yang mereka kenakan.
Selain itu, masyarakat perlu menyadari bahwa masyarakat yang demokratis hanya dapat diwujudkan dengan peran sipil dan militer yang proporsional.![]()
Sebaiknya Anda baca juga:
Satrio Dwicahyo, Dosen Sejarah Militer, Universitas Gadjah Mada
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!