Penambahan Peserta Baru, Pos Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Join Marketing
📅 Jumat, 17 Feb 2023, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Kerja sama ini berupa joint marketing yang bertujuan meningkatkan jumlah kepersertaan baru Bukan Penerima Upah (BPU) BPJSTK dan meningkatkan jumlah transaksi iuran peserta di Kantorpos (PT Pos Indonesia).
Join marketing antara PT Pos Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan ini menargetkan minimal 472.500 peserta baru dengan target total sebanyak 840 ribu peserta selama periode Maret-November 2023.
Untuk mencapai target tersebut, PT Pos Indonesia dan BPJS TK akan melakukan kegiatan marketing bersama, kunjungan/sosialisasi, dan menggunakan media promosi secara efektif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Target kepesertaan 840 ribu pendaftar baru pada tahun ini. Naik tiga kali lipat (ketimbang tahun sebelumnya). Ini belum transaksi ya, untuk pendaftarannya saja. Kalau transaksinya diharapkan bisa jutaan (transaksi) karena mereka (peserta) akan membayar setiap bulan," kata Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia, Haris, pada acara Kerja Sama dan Sosialisasi Program Joint Marketing antara BPJS Ketenagakerjaan dengan PT Pos Indonesia, di Co-Working Space Kantorpos, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Februari 2023.
Haris menjelaskan pihaknya memiliki sekitar 4.800-an Kantorpos dan 150 ribu agen yang tersebar di seluruh kecamatan di Indonesia. Hal ini menjadi sumber daya penting dalam menjangkau kepesertaan Jamsostek.
"Jadi kita tidak lihat ini dari sisi bisnis semata. Saya juga udah pernah dengar dan tahu banyak manfaat yang didapatkan dari kepesertaan BPJamsostek. Kita ada misi sosial, bagaimana kita bisa bantu masyarakat untuk bisa dapat fasilitas dari Jamsostek, kita mendorong literasi BPJSTK ," terang Haris.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia prihatin dengan nasib pekerja, terutama yang bukan berstatus penerima upah. Mereka tergolong pekerja rentan dan ahli warisnya tidak mendapatkan apa-apa jika pekerja tersebut menjadi korban kecelakaan kerja.
Adapun yang menjadi terget peserta dalam kerja sama ini adalah mereka yang masuk kategori bukan penerima upah (BPU), yaitu pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan. Misalnya, petani, nelayan, pedagang (digitalisasi pasar), pekerja swasta, Mitra PT Pos Indonesia/ Oranger, penerima bansos, penerima honor, asisten rumah tangga, pemilik warung/toko, dan UMKM.
"Dengan ikut Jamsostek, mereka sudah terjamin. Termasuk dari masing-masing kita, misalnya ada ART, tukang kebun atau sopir, ini yang kita dorong. Kalau dari Pos sendiri mungkin kita bisa cerita ke keluarga, saudara dan sebagainya. Di samping kolaborasi, kita juga dorong masyarakat di luar sana paham tentang Jamsostek, sehingga mereka tertarik untuk ikut serta," tutur Haris.
Dalam hal ini, PT Pos mendorong 150 ribu agen yang tersebar untuk berlomba-lomba memberikan edukasi kepada masyarakat luas. PT Pos Indonesia akan memberikan _reward_ kepada agen yang berhasil melakukan tugas sesuai yang diharapkan manajemen.
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin mengakui kolaborasi dengan PT Pos sejauh ini sangat memuaskan. Pasalnya dengan menggandeng PT Pos Indonesia, Jamsostek memiliki jangkauan hingga ke tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.
"Kedua, kalau kanalnya (lokasi pendaftaran dan pembayaran iuran) sudah banyak, orang yang terlindungi tentu semakin banyak. Caranya tadi, literasi ditingkatkan, kolaborasi antara Jamsostek dan Pos harus terus diwujudkan di lapangan agar banyak orang yang mendaftar dan terlindungi. Banyak orang yang bisa bayar iuran. Ke depan kita lagi pikirin, Pos sebagai bayar klaim. Ini lagi kita bicarakan teknisnya seperti apa," beber Zainudin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!