Gunung Berapi di Indonesia Berisiko Memicu Kekacauan Dunia Lewat Selat Malaka
📅 Minggu, 29 Jan 2023, 20:38 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat"Kalau ada kapal yang tertahan tiga hari, karena harus menempuh perjalanan jauh keliling Indonesia, yang perlu dilakukan kapal hanyalah menambah kecepatannya satu atau dua knot dan tidak ada penundaan."
Masih ada masalah pesawat yang di-grounded. Letusan Eyjafjallajökull memicu larangan terbang di wilayah udara tersebut selama enam hari, mengakibatkan gangguan bagi jutaan orang. Lebih buruk lagi, putusnya kabel-kabel di bawah laut akan menyebabkan kekacauan ekonomi.
"Triliunan dollar mengalir melalui kabel-kabel itu setiap hari," kata Mani, "dan itu pada dasarnya menopang pasar keuangan kita. Kabel bawah laut kita rentan, dan telah terjadi kecelakaan selama bertahun-tahun."
Mani menyoroti putusnya beberapa kabel internet bawah laut akibat gempa bumi di dekat Taiwan pada 2006, menyisakan satu kabel yang menghubungkan Hong Kong ke seluruh dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Butuh waktu 45 hari untuk memperbaiki kabel lainnya, dan sangat beruntung salah satunya berhasil bertahan. Bayangkan 45 hari tanpa internet untuk Hong Kong dan wilayah yang lebih luas."
Itu akan menjadi bencana besar, lanjutnya, tidak hanya untuk Hong Kong tetapi juga untuk seluruh dunia. Hong Kong, seperti Singapura, adalah pusat keuangan yang jika ada kerugian secara efektif akan menyebabkan malapetaka ekonomi dunia.
"Kita tidak memiliki cadangan lebihnya," kata Mani tentang kabel: jika terjadi kesalahan, tidak ada suku cadang untuk mengisi kekosongan. "Dan satelit kita, dalam kondisinya saat ini, hanya dapat menangani sekitar 3 persen komunikasi global."
Sebaiknya Anda baca juga:
Siapkan Antisipasi
Jadi bagaimana menjadikan selat itu tidak terlalu rentan? Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikan gempa bumi. Komisi Oseanografi Antarpemerintah dan UNESCO telah menyiapkan sistem peringatan dini untuk peristiwa seperti tsunami.
Sudah ada juga Layanan Peringatan Navigasi Seluruh Dunia yang memperingatkan pelayaran maritim tentang bencana meteorologi atau geologis.
Penjaga pantai Jepang adalah koordinator yang ditunjuk untuk wilayah yang mencakup Selat Malaka.
Adapun untuk gunung berapi, mungkin suatu hari nanti kita bisa mencegah letusan dengan memanipulasi magma di bawahnya, tetapi kita masih jauh untuk membuat kemungkinan itu menjadi nyata.
Untuk saat ini, pemantauan dan prediksi erupsi gunung berapi harus dilakukan dengan lebih baik. Pemberitahuan letusan beberapa jam saja akan membuat perbedaan besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!