Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setop Tambal Sulam! Ini Solusi Komprehensif Menteri PU Atasi Longsor di Nias

📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 19:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Setop Tambal Sulam! Ini Solusi Komprehensif Menteri PU Atasi Longsor di Nias Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan penanganan ruas Jalan Nasional Tetehosi - Lahusa yang merupakan bagian dari ruas Jalan Nasional Gunung Sitoli - Teluk Dalam - Lolowau di Pulau Nias, Sumatera Utara, tidak cukup dilakukan dengan perbaikan titik longsor semata, tetapi harus menyelesaikan akar persoalan yang menyebabkan kerusakan terus berulang

NIAS SELATAN– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan penanganan ruas Jalan Nasional Tetehosi - Lahusa yang merupakan bagian dari ruas Jalan Nasional Gunung Sitoli - Teluk Dalam - Lolowau di Pulau Nias, Sumatera Utara, tidak cukup dilakukan dengan perbaikan titik longsor semata, tetapi harus menyelesaikan akar persoalan yang menyebabkan kerusakan terus berulang. 

Saat meninjau langsung lokasi pada Sabtu (1/8), Menteri Dody meminta penanganan dilakukan secara menyeluruh melalui kajian teknis mendalam terhadap kondisi geologi, sistem drainase, serta pergerakan air bawah permukaan sehingga solusi yang diterapkan dapat memberikan ketahanan jangka panjang.

Ruas Jalan Gunung Sitoli - Teluk Dalam - Lolowau sepanjang kurang lebih 41 kilometer merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Nias dengan Nias Selatan. Jalan nasional tersebut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas perekonomian antarkawasan. Namun tingginya curah hujan, kondisi topografi perbukitan, serta sistem drainase yang belum optimal menyebabkan sejumlah titik di ruas tersebut rentan mengalami longsor dan genangan yang mengganggu kelancaran lalu lintas.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menilai penyebab utama kerusakan tidak hanya berasal dari lereng yang longsor, tetapi juga dipicu oleh aliran air yang terus menggerus lapisan tanah di bawah badan jalan. Karena itu, sebelum dilakukan penanganan permanen, Kementerian PU akan melakukan investigasi teknis untuk mengetahui karakteristik tanah, kedalaman lapisan resapan air, hingga pola aliran air bawah permukaan sebagai dasar penyusunan desain penanganan.

"Harapan saya penanganannya lebih komprehensif. Kita cek dulu lebih mendalam baru kita tangani. Harus diketahui dulu bagaimana kondisi resapan airnya sehingga solusi yang dibangun benar-benar menyelesaikan persoalan," kata Menteri Dody.

Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar penentuan metode penanganan yang paling efektif, mulai dari pembangunan struktur penahan lereng, perbaikan sistem drainase permukaan dan bawah permukaan, penguatan badan jalan, hingga pengendalian aliran air yang selama ini menjadi pemicu gerusan tanah. Penanganan juga akan disesuaikan dengan karakteristik setiap lokasi sehingga tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi mampu meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Sebagai langkah awal, Kementerian PU telah memulai penanganan pada titik-titik prioritas agar akses masyarakat tetap dapat dilalui dengan aman. Secara paralel, Kementerian PU juga akan memperbaiki saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalan serta membangun gorong-gorong tambahan pada lokasi yang diperlukan untuk mengurangi volume air yang masuk ke badan jalan. 

Menteri Dody juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga fungsi infrastruktur yang telah dibangun, khususnya dengan tidak menutup saluran drainase maupun gorong-gorong di sepanjang jalan serta tidak membuang sampah pada saluran drainase. Menurut Menteri Dody, banyak genangan dan kerusakan jalan dipicu oleh saluran air yang tersumbat atau tertutup sehingga aliran air melimpas ke badan jalan dan mempercepat kerusakan infrastruktur. 

Penanganan ruas Gunung Sitoli - Teluk Dalam - Lolowau merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menjaga kemantapan jalan nasional dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Nias. Infrastruktur jalan yang andal diharapkan mampu menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, meningkatkan akses terhadap layanan dasar, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sejalan dengan Visi PU 608.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
DEMONSTRASI

Prancis Perpanjang Jam Malam

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Prancis Perpanjang Jam Malam

Alexandra Eala Akhiri Tren Buruk

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Alexandra Eala Akhiri Tren ...
Olahraga
Bayern Versus Arsenal, Laga...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.