Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asuransi Usaha Tani Padi Dinilai Jadi Opsi Lindungi Risiko Gagal Panen Petani

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 16:20 WIB | Oleh:
Asuransi Usaha Tani Padi Dinilai Jadi Opsi Lindungi Risiko Gagal Panen Petani Doc: antara foto
Ket. Petani Tapanuli Tengah panen padi

JAKARTA - Pengamat pertanian dan pangan dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dapat menjadi salah satu opsi perlindungan bagi petani terhadap risiko gagal panen imbas curah hujan tinggi dan bencana hidrometeorologi. 

“Sebetulnya kalau petani itu diikutkan ke asuransi pertanian, itu akan punya peluang buat mereka untuk mengklaim, mendapatkan penggantian akibat gagal panen, seperti misalnya (gagal panen) karena banjir,” kata Khudori saat dihubungi di Jakarta, Jumat (30/1).

Namun, dia menilai opsi ini masih cukup berat untuk dilakukan oleh petani-petani kecil dengan luasan lahan kurang lebih 0,2-0,3 hektare saja.

“Bagi mereka, urusan administrasi masih cukup rumit. Pun untuk melakukan klaim juga menurut saya tidak mudah, karena pasti akan ada beberapa persyaratan administratif, yang itu harus dipenuhi oleh petani,” ujar dia.

Menurut Khudori, mayoritas dari petani kecil mengelola sawah sebagai usaha sambilan, alih-alih sumber pendapatan utama.

Sehingga, untuk melakukan kegiatan administratif menjadi sebuah tantangan tersendiri karena waktu dan tenaga mereka telah tersalurkan ke dua pekerjaan sekaligus.

“Buat mereka yang lahannya kecil-kecil itu tidak mudah, karena biasanya mereka (bertani) hanya usaha sambilan. Justru karena pendapatan di luar usaha tani itu jauh lebih signifikan, jauh lebih menentukan, jauh lebih banyak dalam total pendapatan keluarga, wajar mereka lebih concern ke situ (usaha utama),” jelasnya.

Oleh karena itu, dia tetap mengingatkan peran pemerintah pusat dan daerah terkait upaya mitigasi atau pun pemulihan dari bencana yang dapat terjadi dari curah hujan tinggi belakangan ini.

“Walaupun persentase gagal panen akibat banjir itu tidak besar, bukan berarti itu tidak terasa dampaknya. Dampaknya akan sangat terasa buat petani terutama petani kecil untuk melakukan budidaya lagi karena panen gagal. Akan sulit untuk dia bangkit lagi, karena biasanya dia berharap betul dari panen itu,” jelas Khudori.

“Diharapkan pemerintah bisa intervensi, seperti pemda untuk pendataan, bagaimana petani ini bisa mungkin ditolong. Sementara di level pusat biasanya akan diberi benih subsidi atau mungkin ada modal juga,” ujarnya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.