Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Berapi di Indonesia Berisiko Memicu Kekacauan Dunia Lewat Selat Malaka

📅 Minggu, 29 Jan 2023, 20:38 WIB | Oleh:
Gunung Berapi di Indonesia Berisiko Memicu Kekacauan Dunia Lewat Selat Malaka Doc: BBC/ALAMY

LONDON - Setiap tahun, sekitar 90.000 kapal melewati Selat Malaka yang menghubungkan Samudra Hindia ke Samudra Pasifik. Kapal-kapal itu membawa biji-bijian, minyak mentah, dan komoditas lainnya - sekitar 40 persen perdagangan global.

Di atas kapal-kapal ini adalah salah satu rute udara tersibuk di dunia. Sedangkan di bawahnya membentang rangkaian kabel internet yang padat, yang membuat dunia tetap online.

Faktor-faktor ini menjadikan Selat Malaka sebagai salah satu jalur terpenting dalam ekonomi global.

Selat Malaka telah diklasifikasikan sebagai titik hambatan perdagangan dalam laporan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Administrasi Informasi Energi AS, dan Chatham House- lembaga kajian luar negeri yang berbasis di London.

Semua institusi tersebut mengatakan: Selat Malaka adalah selat yang bagus. Sayang sekali jika sesuatu terjadi padanya.

Para peneliti memperingatkan bencana alam seperti gempa bumi atau gunung berapi akan menghantam wilayah itu. Ini hanya masalah waktu. Ketika itu terjadi, dampaknya akan dirasakan seluruh penduduk dunia.

Gangguan jalur perdagangan utama adalah masalah yang kerap terjadi karena kejahatan atau kesalahan manusia.

Sudah sejak lama pembajakan mengganggu kawasan itu. Karena itu selat tersebut diawasi secara bersama oleh Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Namun, tidak jarang kapal bertabrakan di sini: 10 pelaut Amerika tewas akibat USS John McCain menabrak kapal tanker berbendera Liberia pada 2017.

Meski demikian, pada jarak tersempit selebar 2,7 kilometer, Selat Malaka tidak cukup ramping untuk diblokir kapal kontainer seperti yang terjadi di Terusan Suez, ketika kapal Ever Given sepanjang 400 meter menutup jalur perdagangan itu pada 2021.

Ancaman terbesar Selat Malaka, yang memisahkan Semenanjung Melayu dengan Pulau Sumatra di Indonesia, terletak pada alam. Dari sekian banyak peta aktivitas di kawasan ini, yang paling menarik perhatian adalah peta yang menampilkan susunan gunung berapi aktif dunia dan gempa bumi baru-baru ini.

Di sepanjang pantai Sumatra dan bagian selatan Jawa, terdapat rangkaian aktivitas gempa bumi dan sejumlah gunung berapi. Di Jawa, dua gunung berapi, Semeru dan Merapi, baru saja erupsi. Di Selat Sunda, yang memisahkan Jawa dari Sumatra, terdapat Gunung Krakatau. Lebih jauh lagi ke barat ada Gunung Tambora, yang letusannya menyebabkan gagal panen hingga ke Eropa dan Amerika Serikat bagian timur pada 1815.

Letusan Tambora mencapai VEI7 dalam Volcanic Explosivity Index (VEI). Pada skala logaritmik naik ke VEI8. Peristiwa seperti 1815 mungkin terjadi sekali atau dua kali per 1.000 tahun. Namun,tidak perlu letusan dengan kekuatan yang tinggi untuk membuat Selat Malaka mengalami masalah yang parah.

Pada 2018, para peneliti di Pusat Studi Risiko Universitas Cambridge memperkirakan skenario dampak, termasuk letusan VEI6 di Gunung Merapi. Letusan tersebut, menurut mereka, mungkin menghasilkan awan abu dan tephra halus - pecahan batu yang terlontar ke udara - yang melintasi Selat Malaka menuju Singapura dan Malaysia.

Kerusakan pada infrastruktur lokal dan rantai pasokan, dengan penerbangan yang juga bakal sangat terpengaruh, ditambah dengan penurunan suhu global sebesar 1 derajat Celsius, bisa menghilangkan sekitar 2,51 triliun dollar AS (37.877 triliun rupiah) dari PDB global selama periode lima tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.