Sejarah 7 Desember: Serangan Pearl Harbor, Kala Jepang Hancurkan Militer AS
📅 Rabu, 07 Des 2022, 17:09 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Dok. 1945
Hari ini menandai peringatan 78 tahun serangan di Pearl Harbor yang terjadi pada 7 Desember 1941 silam.Pada hari itu, Pearl Harbor, sebuah pangkalan militer di dekat Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (AS) yang menjadi lokasi bersandar armada-armada canggih Angkatan Laut AS seketika porak poranda akibat serangan mendadak oleh militer Jepang. Sejarah mencatat 2.403 pelaut, tentara, dan warga sipil Amerika tewas dalam insiden mengerikan itu.
Walau serangan di Pearl Harbor merupakan kejutan bagi bangsa Amerika, Jepang dan Negeri Paman Sam sebenarnya telah beringsut menuju perang selama beberapa dekade.
US National Archive
Melansir laman History, Amerika Serikat sangat tidak senang dengan sikap Jepang yang semakin agresif terhadap Tiongkok. Pasalnya, pada akhir 1930-an, kebijakan luar negeri Amerika di Pasifik bergantung pada dukungan untuk Tiongkok, dan oleh karena itu agresi terhadap Tiongkok yang dilakukan Jepang telah menyeretnya ke dalam konflik dengan AS.
Saat itu, pemerintah Jepang percaya bahwa satu-satunya cara untuk memecahkan masalah ekonomi dan demografisnya adalah memperluas ke wilayah tetangganya dan mengambil alih pasar impornya.
Untuk tujuan ini, Jepang akhirnya menyatakan perang terhadap Tiongkok pada tahun 1937, mengakibatkan Pembantaian Nanking dan kekejaman lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak senang, AS mengumumkan penghentian Perjanjian Perdagangan dan Navigasi 1911 dengan Jepang. Pada musim panas 1940, AS juga mulai membatasi ekspor bahan-bahan yang berguna dalam perang ke Jepang.
Ketegangan di antara kedua negara semakin meningkat ketika Jepang bergabung dengan kekuatan Poros, yakni Jerman dan Italia dalam Perang Dunia II.
Pemerintah AS sontak langsung memutuskan semua hubungan komersial dan keuangan dengan Jepang. Aset Jepang dibekukan, dan embargo diumumkan atas pengiriman minyak bumi dan bahan perang penting lainnya ke Jepang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak lantas menyerah, sanksi ekonomi justru membuat Jepang lebih bertekad untuk bertahan. Selama berbulan-bulan negosiasi antara Tokyo dan Washington, D.C., tidak membuahkan hasil dan perang pun tak bisa dihindari.
Pada tanggal 7 Desember, setelah perencanaan dan latihan berbulan-bulan, Jepang akhirnya melancarkan serangan. Misi mereka sederhana yakni menghancurkan armada pasifik Amerika dan membuat mereka tak bisa melawan angkatan bersenjata Jepang.
Sekitar pukul 8 pagi, pesawat Jepang memenuhi langit di atas Pearl Harbor. Seketika bom dan peluru menghujani kapal yang bertambat di pelabuhan.
Pada pukul 8:10, sebuah bom seberat 1.800 pon menghantam geladak kapal perang USS Arizona dan mendarat di magasin amunisi. Tak butuh lama, kapal itu meledak dan tenggelam dengan lebih dari 1.000 orang yang terperangkap di dalamnya.
Dalam waktu kurang dari dua jam, hampir setiap kapal perang di Pearl Harbor mengalami kerusakan yang signifikan. Kapal-kapal itu termasuk: USS Arizona, USS Oklahoma, USS California, USS West Virginia, USS Utah, USS Maryland, USS Pennsylvania, USS Tennessee dan USS Nevada.
Serangan itu menewaskan 2.403 personel AS, termasuk pelaut, tentara, dan warga sipil. Selain itu, 1.178 orang terluka. Sementara 129 tentara Jepang tewas dalam aksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!