Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vida Luncurkan Faces of Fraud untuk Lawan Penipuan Digital Berbasis AI

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 23:23 WIB | Oleh:
Vida Luncurkan Faces of Fraud untuk Lawan Penipuan Digital Berbasis AI Doc: Vida
Ket. Founder dan Group CEO Vida Niki Luhur. Vida meluncurkan Faces of Fraud, gerakan edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran terhadap penipuan digital berbasis AI dan dampaknya bagi korban.

JAKARTA — Vida meluncurkan pameran narasi bertajuk “Faces of Fraud” sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap maraknya penipuan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang di Indonesia.

Inisiatif tersebut hadir di tengah meningkatnya kasus penipuan digital dengan total kerugian mencapai Rp 9 triliun dan lebih dari 411 ribu laporan sepanjang November 2024 hingga akhir 2025. Menurut Vida, dampak penipuan digital tidak hanya berupa kerugian finansial, tetapi juga memengaruhi rasa aman, reputasi, hingga kondisi psikologis korban.

Melalui Faces of Fraud, lima korban penipuan digital membagikan pengalaman mereka kepada publik sebagai bagian dari gerakan edukasi dan ajakan untuk bersama-sama memutus rantai kejahatan digital. Kisah-kisah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan yang semakin kompleks, mulai dari manipulasi psikologis (social engineering) hingga pengambilalihan akun digital.

Founder dan Group CEO Vida, Niki Luhur, mengatakan setiap wajah dalam Faces of Fraud mewakili individu yang pernah menaruh kepercayaan pada sistem keamanan identitas digital, namun tetap menjadi korban akibat adanya celah perlindungan.

Menurutnya, penipuan digital meninggalkan dampak yang jauh lebih besar dibanding kehilangan materi semata karena turut memunculkan trauma emosional dan hilangnya rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui gerakan ini, kami ingin membuka mata publik bahwa dampak penipuan digital tidak hanya meninggalkan kerugian finansial, tetapi juga luka emosional dan dampak yang membekas dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Niki dalam keterangan resminya pada hari Kamis (14/5 ).

Faces of Fraud menampilkan kisah korban dari berbagai latar belakang profesi dan usia. Salah satunya adalah seorang pensiunan yang kehilangan seluruh tabungan hidup akibat modus pengalihan dana ke aset kripto dalam waktu singkat.

Selain itu, terdapat korban penyalahgunaan identitas pribadi yang datanya digunakan untuk pinjaman online ilegal tanpa persetujuan. Kasus lain memperlihatkan bagaimana manipulasi empati dimanfaatkan pelaku untuk menipu orang tua melalui modus donasi palsu hingga menyebabkan hilangnya dana pengobatan anak.

Vida menilai perkembangan penipuan digital kini semakin terorganisasi dan kompleks. Berdasarkan whitepaper bertajuk SEA Digital Identity Fraud Outlook, pelaku kejahatan digital menggabungkan berbagai metode serangan dalam satu rangkaian aksi yang terencana.

Perusahaan menilai upaya memerangi penipuan digital tidak dapat dilakukan secara individual. Dibutuhkan kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat untuk memperkuat perlindungan digital melalui regulasi yang lebih kuat, penerapan sistem keamanan berlapis, serta peningkatan literasi digital publik.

Melalui Faces of Fraud, Vida menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan teknologi keamanan identitas digital, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman dan tepercaya.

“Kami tidak ingin korban terus bertambah. Faces of Fraud adalah cara kami berkata: kita semua punya peran dalam memutus rantai ini,” kata Niki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.