Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh Ahli Kesehatan Sarankan, Perlu Ada Penelitian MSG Cegah Terjadinya Hal yang Sangat Berbahaya Ini

📅 Kamis, 08 Sep 2022, 05:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waduh Ahli Kesehatan Sarankan, Perlu Ada Penelitian MSG Cegah Terjadinya Hal yang Sangat Berbahaya Ini Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Tangkapan layar Dokter Spesialis Gizi Klinik Beyoutiful Wellness Clinic Jakarta Arti Indira (kiri atas) dalam webinar Ajinomoto di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Jakarta - Dokter Spesialis Gizi Klinik Beyoutiful Wellness Clinic Jakarta Arti Indira meminta pemerintah untuk mengasakan penelitian mengenai monosodium glutamat (MSG) agar mencegah masyarakat menderita obesitas.

"Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia. Penyebab obesitas itu sendiri sangat kompleks alias multi-faktorial. Obesitas tidak bisa disebabkan dari satu faktor saja," kata Arti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Arti menuturkan di Indonesia belum ada penelitian yang dilakukan soal MSG atau vetsin. Padahal, terjadinya obesitas sangat berkaitan erat dengan asupan makanan.

"Seperti gula, lemak dan garam, konsumsi MSG mungkin menjadi salah satu faktor dalam multi-faktorial, namun sampai saat ini belum ada penelitian ilmiahnya," kata Arti.

Sedangkan setiap tahunnya, jumlah penderita obesitas terus meningkat. Dalam data yang dimilikinya, lima provinsi dengan kejadian obesitas terbesar adalah Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Papua Barat dan Kepulauan Riau.

Menurutnya untuk mencegah terjadinya obesitas, masyarakat harus memperbaiki pengaturan pola makan yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman.

Masyarakat juga disarankan untuk mengurangi konsumsi garam pada makanannya, dengan standar penggunaan garam yang ideal adalah kurang dari lima gram.

Arti menyebut bila garam dalam makanan dapat diganti dengan MSG. Namun, tetap sesuai dengan takaran yang tidak berlebihan. Adapun faktor lain penyebab obesitas yang Arti sebutkan berupa kurangnya aktifitas fisik, keturunan genetik dan lingkungan.

Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia Katarina Larasati menyebut bahwa pihaknya sedang menggiatkan kampanye "Bijak Garam" terkait dengan pengurangan asupan gula, garam dan lemak dalam konsumsi sehari-hari, yang sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan.

Katarina menjelaskan bahwa kampanye bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi.

"Kampanye ini juga merupakan bukti komitmen Ajinomoto untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, dengan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga Indonesia melalui produk dan layanan yang berkualitas tinggi," ujarnya.

Seorang pelatih kebugaran Cantika Felder menambahkan pola makan yang sehat, harus diimbangi dengan olahraga rutin yang dapat dilakukan sebanyak tiga sampai lima kali dalam sepekan.

Bagi pemula, olahraga harus dilakukan secara bertahap. Waktunya pun dapat ditingkatkan secara perlahan seperti pada waktu awal 15 menit dan ditingkatkan hingga 45-60 menit sehari.

Ia turut menyarankan supaya olahraga yang dilakukan sesuai dengan minat masing-masing seperti dengan mendengarkan musik. Dengan demikian, olahraga akan jauh lebih nyaman dan menyenangkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Korsel Keluarkan Peringatan...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Olahraga
Arsenal Kejar Hasil Sempurn...

Cadangkan Pemain yang Tak Maksimal

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Cadangkan Pemain yang  Tak ...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.