Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luar Biasa Inovasi Ini, Kolaborasi Riset Unpad-Kementan Hasilkan Mangga Bebas Lalat Buah

📅 Kamis, 08 Sep 2022, 05:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Luar Biasa Inovasi Ini, Kolaborasi Riset Unpad-Kementan Hasilkan Mangga Bebas Lalat Buah Doc: ANTARA/Fikri Yusuf
Ket. Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar memeriksa buah Mangga siap ekspor saat kegiatan pelepasan ekspor komoditas unggulan Bali di kawasan kargo logistik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Jakarta - Kolaborasi riset yang dilakukan oleh Institut Pembangunan Jabar Universitas Padjadjaran (Injabar Unpad) bersama Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian menunjukkan produk mangga Indonesia bebas dari lalat buah yang mengandung bakteri.

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Keri Lestari dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, mengatakan Unpad dan Kementan telah meriset 2.800 lalat buah yang hinggap pada mangga, dan hasil riset menunjukkan tidak ada bakteri lalat yang menempel pada buah.

"Sehingga tidak perlu takut apalagi panik dalam melakukan proses ekspor mangga ke luar negeri, dalam hal ini Jepang," kata Keri.

Menurut Keri, bactrocera occipitalis hanya ditemukan di wilayah hutan belantara Kalimantan Utara. Di sana, lalat tersebut hinggap pada beberapa buah mangga saja. Sedangkan produk mangga yang ada di Indonesia bebas dari bakteri dan merupakan varietas unggul siap ekspor.

Penelitian ini dilakukan sejak bertahun-tahun lalu dengan melibatkan berbagai pihak termasuk beberapa perusahaan agribisnis dan Barantan Kementan.

"Dari semua riset yang kita lakukan, ada sekitar 2800-an lalat buah yang sudah kami teliti. Hasilnya 14 lalat buah dicurigai sebagai bactrocera. Itu pun adanya di hutan Tarakan dan jauh dari pemukiman. Dari sisi jumlah tidak banyak," katanya.

Menurut Keri, semua riset telah dipublikasi dan didaftarkan pada Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang. Dari paparan tersebut, MAFF mengapresiasi penelitan dan riset yang dilakukan hingga menerjang pelosok hutan wilayah Kalimantan Utara.

"Jadi pertama tidak perlu takut karena lalat buah itu ada tapi tidak banyak. Kedua kita juga tidak perlu khawatir karena ada proses di Karantina terhadap semua produk-produk buah dan sayuran. Artinya ada aturan yang cukup keras untuk pemindahan barang dari Kalimantan ke Jawa. Tentu kita berharap, proses ekspor mangga kita ke Jepang berjalan dengan baik. Riset dan diplomasi ini perlu kita tingkatkan untuk menjaga kualitas mangga kita," katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong ekspor buah mangga Indonesia dapat dilakukan secara masif.

Menurut Mentan potensi mangga Indonesia sangat besar dan bisa dijadikan sebagai modal utama dalam meningkatkan kinerja ekspor buah.

Indonesia menduduki posisi kelima sebagai produsen buah mangga dunia setelah India, China, Thailand, dan Meksiko. Tahun 2018 produksi mangga di Indonesia bahkan mencapai 2,1 juta ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Korsel Keluarkan Peringatan...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Olahraga
Arsenal Kejar Hasil Sempurn...

Cadangkan Pemain yang Tak Maksimal

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Cadangkan Pemain yang  Tak ...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.