Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mencengangkan! Penelitian Ungkap Berdiri Hanya dengan Satu Kaki Mampu Mengungkapkan Risiko Kematian, Kok Bisa?

📅 Selasa, 28 Jun 2022, 12:40 WIB | Oleh:
Mencengangkan! Penelitian Ungkap Berdiri Hanya dengan Satu Kaki Mampu Mengungkapkan Risiko Kematian, Kok Bisa? Doc: Getty images Via India Today
Ket. Ilustrasi

Sebuah studi menemukan bahwa orang berusia lanjut yang tidak mampu berdiri dengan satu kaki selama 10 detik memiliki peluang kematian dua kali lipat lebih besar dalam 10 tahun ke depan seperti dilaporkan IFL Science.

Studi yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine itu menghubungkan ketidakmampuan untuk menyeimbangkan satu kaki selama 10 detik dengan hampir dua kali lipat risiko kematian dari penyebab apa pun dalam 10 tahun ke depan dibandingkan mereka yang dapat berdiri tanpa penyangga apa pun.

Dikutip dari India Today, penelitian ini dilakukan di antara 1.702 orang berusia antara 51 dan 75. Mereka diikuti antara 2008 dan 2020 untuk penelitian.

Pada awalnya, para peserta diminta untuk mengangkat satu kaki dan meletakkannya di sisi belakang bagian bawah kaki lainnya seraya menjaga lengan mereka di samping dan melihat ke depan. Para peserta diberikan tiga kali percobaan. Satu dari lima peserta gagal dalam tes.

Dalam 10 tahun berikutnya, 123 peserta meninggal karena berbagai sebab. Setidaknya 32 persen di antaranya disebabkan oleh kanker, 30 persen oleh penyakit kardiovaskular, 9 persen oleh penyakit pernapasan dan 7 persen karena komplikasi COVID-19.

Dengan memperhitungkan usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan, para peneliti menentukan bahwa mereka yang tidak dapat menyelesaikan tes sikap satu kaki selama 10 detik, memiliki 84 persen peningkatan risiko kematian dari penyebab apa pun dalam dekade berikutnya.

Mereka yang gagal dalam tes juga tampaknya memiliki kesehatan yang lebih buruk seperti, terkena diabetes tipe 2 tiga kali lebih umum pada kelompok yang gagal daripada yang berhasil, dan ada proporsi obesitas, tekanan darah tinggi, profil lemak yang tidak sehat, dan/atau resiko terkena penyakit jantung yang lebih tinggi

Mempertimbangkan temuan penelitian, para peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Claudio Gil Araujo dari Rio de Janeiro, menyarankan bahwa tes keseimbangan harus menjadi bagian dari pemeriksaan rutin untuk orang tua.

"Saya pikir kebugaran non-aerobik yang buruk (biasanya terkait dengan gaya hidup yang tidak banyak bergerak, tetapi tidak selalu) adalah latar belakang sebagian besar kasus kelemahan dan diketahui bahwa menjadi lemah sangat terkait dengan kualitas hidup yang buruk, aktivitas fisik yang kurang/ olahraga dan sebagainya," kata Dr Claudio Gil Araujo, penulis utama, seperti dikutip dari IFL Science.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.