Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Bangun 25 Stasiun Riset Pengembangan dan Penelitian

📅 Rabu, 02 Mar 2022, 00:05 WIB | Oleh:
BRIN Bangun 25 Stasiun Riset Pengembangan dan Penelitian Doc: Antara/Suriani Mappong
Ket. Tangkapan layar terkait tantangan pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros pada saat FGD secara virtual di Makassar. Kamis (10/2/2022).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mempersiapkan perencanaan pembangunan 25 stasiun riset untuk pengelolaan keanekaragaman hayati berkelanjutan dan bioprospeksi di berbagai wilayah. Demikian disampaikan Kepala Pusat Riset Biologi BRIN, Anang S Achmadi, di Jakarta, Selasa (1/3).

Menurutnya, setelah lima tahun beroperasi, diharapkan stasiun-stasiun tersebut menjadi swakelola berbasis collaborative management (manajemen kolaboratif) oleh para periset. Kelak bisa diisi para mahasiswa dari universitas dan pihak lain.

Anang pembangunan stasiun riset di 25 lokasi tersebut masih dalam proses persiapan. Selain itu, akan ada kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di tiap-tiap lokasi. Kerja sama mulai dari unit pelaksana teknis kementerian/lembaga, akademisi, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat dan warga.

Pembangunan stasiun riset tersebut ditargetkan terlaksana tahun depan sebagai pengembangan pengelolaan keanekaragaman hayati berkelanjutan di daerah-daerah. Juga sebagai implementasi untuk menjawab tantangan akan critical mass terkait riset dan inovasi.

Saat ini, BRIN telah mengidentifikasi kebutuhan topik riset keanekaragaman hayati di calon lokasi stasiun riset. Anang menambahkan, kelak stasiun riset juga akan dibangun sesuai dengan karakter daerah. Kini, BRIN sedang menggali potensi dan karakter tiap daerah. "Kami berharap ada dampak ekonomi dari kegiatan riset di tiap-tiap stasiun," tandas Anang.

Kerja Spesifik
Sementara itu, pelaksana tugas deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono, mengutarakan, forum G20 perlu merumuskan kerangka kerja spesifik untuk riset potensial seperti keanekaragaman hayati dan energi baru terbarukan.

"Perlu komitmen dalam kerja sama riset dan inovasi. Selain itu, juga perlu kerangka kerja spesifik, layak, dan dapat ditindaklanjuti," ujar Agus. Ada empat bidang riset potensial: keanekaragaman hayati, laut-ilmu kelautan, antariksa-ilmu kebumian, serta energi baru terbarukan.

Untuk itu, serangkaian pertemuan dengan perwakilan negara-negara anggota G20 akan membahas usulan kerangka kerja yang spesifik, praktis, dan layak untuk berbagi fasilitas. Perumusan kerangka kerja spesifik tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kerja sama riset negara-negara anggota.

Agus menekankan, kerja sama riset menjadi prioritas dalam Pertemuan Inisiatif Riset dan Inovasi (RIIG) G20. RIIG juga akan memperkuat kolaborasi riset dalam bidang ilmu kelautan, mempertajam fokus pada energi baru terbarukan, serta menawarkan upaya yang lebih terarah pada sumber energi terbarukan tertentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.