Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lima Dokumen Strategis Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Ekosistem Darat dan Laut

📅 Senin, 28 Sep 2026, 17:41 WIB | Oleh:
Lima Dokumen Strategis Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Ekosistem Darat dan Laut Doc: Koran Jakarta/Haryo Brono
Ket. Sesi foto bersama dalam acara peluncuran Lima Dokumen Proyek Solusi di Jakarta pada Senin (28/9/2026). Kementerian PPN/Bappenas bersama Konsorsium Solusi memperkuat komitmen pengelolaan darat dan laut secara terpadu melalui kolaborasi multisektor, penerapan skema pendanaan inovatif, serta penguatan inklusivitas sosial.

JAKARTA — Pengelolaan ekosistem darat, pesisir, dan laut secara terpadu dinilai membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat. Pendekatan holistik ini tidak hanya berkaitan dengan aspek pelestarian lingkungan, tetapi juga perbaikan tata kelola, penguatan inklusivitas, serta pengembangan skema pendanaan yang berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam acara Solusi Day: Integrasi Darat dan Laut untuk Indonesia Tangguh dan Lestari yang digelar di Jakarta pada Senin (28/9/2026).

Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan dukungan penuh dari Pemerintah Jerman melalui GIZ Indonesia & ASEAN di bawah area kerja sama Resilient Nature, khususnya program keanekaragaman hayati (Biodiversity).

Inisiatif ini merupakan bagian dari Proyek Solusi—atau Proyek Solusi Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu di Indonesia—yang dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri atas Landscape Alliance, SNV, dan Yayasan KEHATI, dengan pendanaan melalui International Climate Initiative (IKI).

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, menegaskan bahwa pengelolaan bentang darat dan laut sudah tidak bisa lagi dilakukan secara terpisah-pisah.

“Keterhubungan antara ekosistem darat, pesisir, dan laut perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan penentuan kebijakan,” ujarnya dalam peluncuran Lima Dokumen Proyek Solusi di Jakarta pada Senin (28/9/2026).

Menurut Teguh, ego sektoral masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam tata kelola sumber daya alam. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang inklusif dan terintegrasi agar kepentingan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dapat dipertemukan, termasuk dalam pengembangan komoditas yang sejalan dengan Asta Cita Nomor 2 menuju visi Indonesia Emas 2045.

Proyek Solusi sendiri mengimplementasikan pendekatan tersebut melalui tiga wilayah percontohan, yakni di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah. Teguh berharap proyek ini dapat menjadi katalisator dalam menerjemahkan kebijakan pembangunan nasional ke tingkat tapak (onsite), sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui investasi berdampak (impact investment) serta kemitraan lintas sektor.

Keterhubungan Erat Antara Darat dan Laut

Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Permana Yudiarso, menyatakan bahwa Proyek Solusi menjadi instrumen penting untuk menyatukan perencanaan tata ruang daratan dan lautan sebagai satu kesatuan ekosistem yang utuh. Menurutnya, cakupan dampak positif dari proyek ini bersentuhan langsung dengan lebih dari lima juta penduduk.

“Perencanaan di darat tidak bisa berdiri sendiri tanpa memperhatikan ekosistem laut. Contoh pengolahan sampah yang tidak tepat dapat mencemari sungai dan berujung pada kerusakan pada ekosistem mangrove di pesisir,” jelas Permana.

Keterhubungan ekologis ini membuktikan bahwa persoalan lingkungan di satu wilayah pasti akan berdampak langsung pada wilayah lainnya. Karenanya, pengelolaan sumber daya alam tidak cukup hanya berpatokan pada batas administratif pemerintahan atau sektor tertentu saja.

Peluncuran Lima Dokumen Strategis

Dalam rangkaian acara Solusi Day, diluncurkan lima dokumen hasil kajian strategis yang didukung oleh Proyek Solusi guna memperkuat integrasi tata kelola bentang darat dan laut. Kelima dokumen tersebut meliputi:

1.Indikator Pengelolaan Darat-Laut Terintegrasi: Dirancang sebagai instrumen standar evaluasi nasional dan subnasional yang mencakup konektivitas ekologis, tata kelola inklusif, pembangunan berkelanjutan, serta ketahanan masyarakat dan ekosistem.

2.Pengarusutamaan Gender dalam Keanekaragaman Hayati: Menjadi panduan operasional untuk memperkuat pelaksanaan IBSAP (Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan) 2025–2045, khususnya dalam aspek pengelolaan ruang, akses terhadap sumber daya hayati, distribusi manfaat, dan partisipasi publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Babak Pertama Skuad Garuda Harus Mencetak Gol

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Babak Pertama Skuad Garuda ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.