Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perhelatan Piala Dunia

📅 Senin, 18 Jun 2018, 06:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perhelatan Piala Dunia Doc: istimewa

Piala Dunia Sepak Bola telah bergulir di Russia. Perhelatan ini berlangsung kurang lebih satu bulan yang dimulai sejak 14 Juni sampai 15 Juli. Ada 32 tim yang lolos ke final piala dunia kali ini. Mereka berebut untuk menjadi tim terbaik. Mata seluruh penggemar sepak bola terfokus ke negeri Beruang Merah tersebut. Beruntung bagi mereka yang libur panjang dan tidak ke mana-mana karena bisa memelototi televisi. Pada awal-awal malahan ada empat pertandingan dalam satu hari. Tinggal kuat-kuatan mata saja.

Piala Dunia Sepak Bola memang selalu ditunggu-tunggu dari sisi mana pun. Dia sebagai tontongan, namun juga sumber ekonomi. Banyak televisi dunia berebut untuk memperoleh hak siar. Sebab dengan demikian mereka bisa memegang kekuasaan siaran langsung lalu mengadakan berbagai kegiatan seperti nonton bareng.

Yang dibidik televisi dengan memegang hak siar tentu saja sisi periklanan. Tak bisa dipungkiri, iklan-iklan akan banjir dalam tayangan siaran langsung Piala Dunia Sepak Bola. Dialah sumber finansial luar biasa banyak. Beruntung stasiun televisi yang akhirnya mampu memegang hak siar hajatan terbesar sepak bola tersebut.

Lalu apa yang diperoleh dari bangsa ini? Secara langsung tentulah tidak ada. Namun, secara tidak langsung banyak sekali yang dapat dipelajari bangsa ini dari perhelatan sepak bola akbar tersebut. Di antaranya, dalam olah raga pada umumnya, tentu saja termasuk sepak bola ini, semua harus mengutamakan fair play. Artinya semua bermain dengan kejujuran, integritas, dan berkarakter.

Inilah yang tidak banyak dimiliki bangsa Indonesia. Atau kalaupun ada sudah mulai memudar. Bangsa Indonesia semakin memerlukan kejujuran, integritas, dan karakter. Banyak pemimpin meninggalkan kejujuran, integritas dan karena itu tidak memiliki karakter. Kejujuran dan integritas semakin langka di dalam diri para pemimpin baik pemimpin partai, lembaga, administrasi, maupun negara.

Selain itu, rakyat Indonesia juga perlu belajar dari sepak bola di mana dalam ajang tersebut tiada lagi sekat-sekat. Sepak bola telah menyatukan berbagai perbedaan. Sedangkan masyarakat Indonesia malah terus menggeluti dan mempertinggi sekat-sekat agama dan etnis. Para begundal terus saja memainkan sekat-sekat agama dan etnis untuk memecah bangsa.

Mereka mengembangkan sikap-sikap eksklusivisme dan memupuk tembok-tembok kedengkian untuk menghancurkan kebinekaan, keragaman, dan kemajemukan bangsa. Mereka berpikir picik dan sempit karena mau mematikan kelompok lain yang tidak sealiran atau sepaham. Orang lain adalah ketiadaan.

Sepak bola bisa menjadi pemersatu bangsa. Jika sepak bola kuat, juga membanggakan. Selama ini sepak bola tanah air sama sekali tidak membanggakan. Ini mesti menjadi pemacu PSSI untuk melahirkan timnas yang tangguh sehingga membanggakan, misalnya, sekadar lolos ke piala dunia. Selama ini sepak bola tanah air lebih banyak untuk ajang main politik. Olah raga terpopuler ini dikuasai bukan untuk memajukan timnas, tetapi malah untuk ajang meraih posisi atau bargaining politik.

Ketua PSSI lebih banyak hanya sebagai batu loncatan meraih posisi politik yang lebih tinggi. Para ketua PSSI banyak yang tidak memiliki kapasitas sepak bola, tetapi karena pejabat atau banyak uang saja, sehingga mereka berhasil menguasai kursi Ketua PSSI. Sudah saatnya Ketua PSSI memang orang yang paham sepak bola, bukan karena pejabat atau banyak uang. Hanya dengan begitu, bisa diharapkan muncul timnas tangguh. Masyarakat telah lama merindukan sebuah timnas sepak bola yang berkualitas.

Maka, PSSI mesti melihat piala dunia kali ini untuk merefleksikan diri, mengapa tidak mampu melahirkan timnas yang bermutu. Padahal sejarah sepak bola tanah air sudah cukup tua. PSSI mesti belajar dari negara-negara lain yang mampu melahirkan timnas tangguh. Islandia, misalnya, hanya berpendududuk tak sampai 400.000, tapi mampu melahirkan timnas yang lolos ke piala dunia. n

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
  • Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal
    Preview komentar:
    Ulasan mengenai sinergi antara asosiasi pembudi daya dan ...
Daerah
Polda dan 22 Ormas se-Bante...
BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.