Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Celios: Utang Swasta Melambat, Pemerintah Meningkat!

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 14:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Celios: Utang Swasta Melambat, Pemerintah Meningkat! Doc: istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai, melambatnya pertumbuhan utang luar negeri (ULN) swasta menjadi sinyal bahwa ekonomi sedang mengalami tekanan

JAKARTA-Sektor swasta mengalami perlambatan dengan melihat komposisi utang luar negeri (ULN) terbaru. Di satu sisi ULN swasta mengalami tekanan tetapi di sisi lain, ULN pemerintah mengalami kenaikan. Fenomena ini cukup berisiko karena menimbulkan tekanan di sisi fiskal.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai melambatnya pertumbuhan ULN swasta menjadi sinyal bahwa ekonomi sedang mengalami tekanan.

“Pertumbuhan ULN swasta yang melambat jadi sinyal ekonomi alami tekanan, padahal utang digunakan untuk pembelian barang modal seperti mesin atau rekrutmen pegawai baru,”kata Bhima pada Koran Jakarta, Rabu (19/8).

Dia menjelaskan, indikasi pelambatan di sektor swasta juga tercermin dari data lain. Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur sempat melemah ke level 46. Indeks Penjualan Riil Bank Indonesia juga menunjukkan adanya pelemahan selama kuartal II 2026.

Menurut Bhima, biasanya perusahaan menarik utang luar negeri untuk ekspansi, beli mesin, atau tambah tenaga kerja. Ketika ULN swasta kontraksi, artinya dunia usaha menahan ekspansi karena permintaan dan prospek usaha belum kuat.

Risiko dari Kenaikan ULN Pemerintah

Di sisi lain, Bhima menyoroti kenaikan ULN pemerintah. Ia menilai peningkatan itu menunjukkan tingkat risiko fiskal yang belum dikelola dengan baik.

“Kenaikan utang luar negeri pemerintah justru menunjukkan tingkat risiko yang belum dikelola dengan baik. Belanja pemerintah berupa MBG dan Kopdes belum menciptakan kemampuan bayar kewajiban utang pemerintah,” ujarnya.

Bhima menekankan, idealnya belanja produktif pemerintah bisa mendorong kenaikan rasio pajak. Dengan begitu, ada sumber penerimaan baru untuk membayar cicilan utang. “Tapi ini belum terlihat,” katanya.

Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) memang butuh pembiayaan besar. Namun jika tidak diiringi peningkatan produktivitas dan basis pajak, maka beban utang akan semakin menumpuk tanpa diimbangi kemampuan membayar.

Berdasarkan data BI, total ULN Indonesia Q2-2026 sebesar 453,4 miliar dolar AS. Dari jumlah itu, ULN pemerintah 216,3 miliar dolar AS. 

Penerbitan SBN dan SRBI menjadi penopang utama kenaikan ULN publik. Instrumen tersebut digunakan untuk menarik modal asing sekaligus menjaga stabilitas makro di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, Bhima berharap pemerintah mengevaluasi efektivitas belanja agar tidak hanya menambah utang, tetapi juga memperkuat kapasitas fiskal jangka panjang.

Diketahui, Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2026 naik sebesar 4,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 453,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS), dengan rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 30,6 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.