Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapasitas Terpasang Panas Bumi Baru 11,6%, Bahlil: Jangan Tahan Konsesi!

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 14:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kapasitas Terpasang Panas Bumi Baru 11,6%, Bahlil: Jangan Tahan Konsesi! Doc: istimewa
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat membuka The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8)

JAKARTA – Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia mencapai 23,2 gigawatt (GW), namun kapasitas terpasang baru 2.776,39 megawatt (MW) atau 11,6 persen. Kesenjangan besar itu membuat pemerintah mendorong percepatan pengembangan sekaligus meminta pengembang yang sudah mengantongi konsesi agar segera merealisasikan proyek.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kondisi tersebut menunjukkan ketimpangan antara sumber daya dan realisasi di lapangan.

“Indonesia adalah negara nomor satu di dunia yang mempunyai resource terhadap geotermal. Kita nomor satu, tetapi dalam implementasinya kita itu nomor dua, Amerika masih nomor satu,” kata Bahlil saat membuka The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, dari total potensi 23.202,77 MW, sekitar 88,4 persen atau lebih dari 20.000 MW belum tergarap sama sekali.

Regulasi Dipangkas, Insentif Disiapkan

Pemerintah menempatkan panas bumi sebagai pilar kedaulatan energi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi ketergantungan impor di tengah ketidakpastian geopolitik.

Untuk mempercepat, sejumlah regulasi yang menghambat telah dipangkas. Ke depan pemerintah akan menyiapkan insentif perpajakan, revisi PP Nomor 7 Tahun 2017 terkait pemanfaatan tidak langsung panas bumi dan peningkatan tingkat pengembalian investor, serta revisi Perpres Nomor 112 Tahun 2022 untuk mempercepat EBT.

“Tidak ada cara lain untuk melakukan percepatan implementasi geotermal supaya bisa menjadi listrik ataupun menjadi yang lain, adalah harus ada kolaborasi antara pengusaha dan regulator,”ujar Bahlil.

Aspek keekonomian juga jadi sorotan. Nilai keekonomian panas bumi saat ini sekitar 9,5 sen AS per kWh, namun masih dinilai belum memadai oleh pelaku usaha.

Konsesi Jangan Ditahan

Bahlil secara tegas meminta pengembang yang sudah mendapatkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) untuk segera bergerak. Ia menyoroti masih adanya pengajuan penghentian sementara dan perpanjangan izin berulang.

“Bagi teman-teman pengusaha yang sudah mendapatkan konsesi harus juga cepat. Jangan konsesinya ditahan. Kalau ditahan itu juga memperlambat,” tegasnya.

Pada IIGCE 2026, pemerintah menyerahkan izin WKP Gunung Ungaran kepada PT PLN (Persero) dan WKP Telaga Ranu kepada PT Telaga Rano Geothermal. Sepanjang 2026, pemerintah juga menyiapkan penawaran 5 WKP dan 7 Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi.

Pengembangan panas bumi tidak hanya untuk listrik. Kementerian ESDM mencatat pemanfaatannya juga untuk pengeringan kopi di Kamojang, pengolahan gula aren di Lahendong, hingga ekstraksi mineral di Dieng.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Jelarang, Satwa Langka Terlihat di Kabel Listrik

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Jelarang, Satwa Langka Terl...

Pembangunan Bendungan Jenelata

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Pembangunan Bendungan Jenelata
Nasional
Perkuat Penjangkauan SR dan...
Daerah
Percepatan Pemulihan Irigas...
Olahraga
Gagal Finis di GP Bahrain, ...
Daerah
Putusan MA Bikin Geger, Bup...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.