Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UEFA, CONCACAF, hingga FA Inggris Bersatu Tolak Proposal FIFA Jual Piala Dunia

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 08:07 WIB | Oleh:
UEFA, CONCACAF, hingga FA Inggris Bersatu Tolak Proposal FIFA Jual Piala Dunia Doc: FIFA
Ket. Trofi Piala Dunia.

NYON – Ketegangan antara UEFA dan FIFA memuncak setelah 55 negara anggota UEFA sepakat untuk memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila badan sepak bola dunia itu tetap melanjutkan rencana menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Penolakan tersebut disampaikan dalam pertemuan UEFA pada Kamis (30/7). Di saat yang sama, CONCACAF, konfederasi yang membawahi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, juga secara resmi menolak proposal FIFA karena dinilai tidak melalui proses tata kelola yang transparan.

Langkah UEFA mendapat dukungan luas dari sejumlah federasi sepak bola nasional, pejabat pemerintah, hingga organisasi pemain profesional yang menilai rencana tersebut dapat mengubah karakter dasar sepak bola dunia.

FA Inggris: Piala Dunia Milik Sepak Bola

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menjadi salah satu pihak pertama yang menyatakan dukungan penuh terhadap sikap UEFA.

"Kami berdiri bahu-membahu dengan rekan-rekan kami di Eropa dan sepenuhnya mendukung pandangan bersama ini. Kami menentang rencana FIFA. Piala Dunia adalah milik sepak bola dan akan selalu demikian," demikian pernyataan FA Inggris.

Nada serupa juga disampaikan Federasi Sepak Bola Skotlandia (SFA).

Dewan SFA mengkritik keras proses penyusunan proposal yang dinilai dilakukan tanpa konsultasi menyeluruh maupun memperhatikan prinsip tata kelola organisasi yang baik.

Kritik Tajam untuk Infantino

Salah satu kritik paling keras datang dari Alexander Wehrle, Ketua Dewan Pengawas anak perusahaan ekonomi dan digital Federasi Sepak Bola Jerman sekaligus CEO VfB Stuttgart.

Menurutnya, Presiden FIFA Gianni Infantino telah melewati batas dengan mencoba membawa investor swasta masuk ke jantung penyelenggaraan Piala Dunia. "Batas itu sekali lagi telah dilanggar. Dia ingin menjual sepak bola."

Wehrle bahkan mempertanyakan sejauh mana Infantino memahami nilai-nilai sepak bola. "Saya bertanya-tanya apakah Gianni Infantino benar-benar memahami apa arti sepak bola sebagai permainan dan sebagai kekuatan yang menyatukan masyarakat. Saya sangat meragukannya."

Ia menegaskan bahwa tugas utama FIFA seharusnya mengatur sepak bola internasional dan menyelenggarakan kompetisi, bukan memaksimalkan keuntungan finansial.

Federasi Sepak Bola Swedia menilai proposal sebesar itu seharusnya dibahas melalui proses yang terbuka dan transparan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Olahraga
Alexandra Eala Akhiri Tren ...
Olahraga
Bayern Versus Arsenal, Laga...
Megapolitan
Pembahasan Anggaran Jangan ...
Megapolitan
Karir Jakarta Sediakan 12.0...

Mantap, Pemain Voli Putri Yogyakarta Jadi Model

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mantap, Pemain Voli Putri Y...
Nasional
DPR Minta Pemerintah Evalua...
Luar Negeri
PBB Desak Houthi Hentikan S...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.