Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayam Tukong Kalbar Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 14:03 WIB | Oleh:
Ayam Tukong Kalbar Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia Doc: antara foto
Ket. Kepala Bidang Peternakan Disbunnak Kalbar Novi Salim di Pontianak, Kamis (20/8).

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) mencatatkan ayam tukong sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Indonesia kategori sumber daya genetik.

Kepala Bidang Peternakan Disbunnak Kalbar Novi Salim di Pontianak, Kamis (20/8), mengatakan pencatatan dilakukan Kementerian Hukum melalui Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal Nomor SDG612026000684 yang diterbitkan pada 6 Agustus 2026.

Ia menjelaskan dalam surat tersebut ayam tukong tercatat sebagai KIK kategori sumber daya genetik dengan Disbunnak Provinsi Kalbar sebagai pemohon sekaligus komunitas asal.

Ayam tukong diketahui berasal dari Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Landak, Bengkayang, dan Mempawah.

Menurut Novi, pencatatan KIK tersebut menjadi langkah penting dalam upaya perlindungan, pelestarian, pengembangan, serta pemanfaatan sumber daya genetik lokal agar memiliki nilai strategis bagi masyarakat dan daerah.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Disbunnak Kalbar Rino Anteno Tengo menerima surat pencatatan KIK ayam tukong dalam rangkaian peringatan Hari Pengayoman ke-81 di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalbar, Rabu (19/8).

Rino mengatakan pencatatan KIK menjadi langkah penting dalam memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap kekayaan intelektual komunal yang bersumber dari kekayaan genetik lokal Kalbar.

Pencatatan tersebut sekaligus memperkuat upaya pelestarian dan pengembangan ayam tukong sebagai salah satu sumber daya genetik hewan daerah.

Menurut dia, Disbunnak Kalbar berkomitmen menjaga plasma nutfah lokal serta mendorong pengembangan potensi peternakan berbasis sumber daya daerah.

Ayam tukong, kata dia, tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan hayati Kalbar, tetapi juga aset daerah yang dapat dikembangkan untuk mendukung konservasi, penelitian, ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan sektor peternakan.

"Semoga pencatatan ini semakin mendorong pelestarian plasma nutfah lokal, pengembangan sumber daya genetik hewan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pembangunan peternakan berkelanjutan di Kalbar," katanya.

Ayam tukong merupakan unggas lokal khas Kalimantan Barat yang telah menjadi objek sejumlah penelitian dan publikasi pada jurnal nasional maupun internasional.

Unggas tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kalbar, antara lain Sambas, Bengkayang, Singkawang, Pontianak, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, serta banyak ditemukan di Kabupaten Landak, khususnya Kecamatan Mempawah Hulu.

Ayam tukong memiliki ciri khas tidak mempunyai tulang ekor sehingga tidak memiliki bulu ekor. Bentuk tubuhnya menyerupai perpaduan ayam kampung dan burung puyuh berukuran besar, dengan kepala relatif kecil serta jengger berbentuk bunga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.