Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda dan 22 Ormas se-Banten Gelar Apel Kamtibmas

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 14:15 WIB | Oleh:
Polda dan 22 Ormas se-Banten Gelar Apel Kamtibmas Doc: antara foto
Ket. Apel Kamtibmas di Polda Banten.

SERANG - Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar apel dan deklarasi "Sabuk Kamtibmas" yang melibatkan 22 elemen organisasi masyarakat guna memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah provinsi tersebut.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, di Serang, Kamis (20/8), menyampaikan bahwa pelibatan puluhan elemen masyarakat ini merupakan bukti bahwa pihak kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga situasi kondusif wilayah.

"Ini sebagai bukti bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri, namun perlu sinergi dan kolaborasi dengan TNI, serta Sabuk Kamtibmas untuk bahu-membahu mewujudkan Banten yang aman," katanya.

Kapolda menjelaskan, dalam apel tersebut disepakati tiga ikrar utama yang mencakup kebersamaan, sinergi, dan komitmen menjaga persatuan. Kondisi Banten yang aman dan kondusif dinilai sangat krusial untuk mendukung program pembangunan pemerintah daerah, kelancaran aktivitas, serta menarik masuknya investasi.

Selain menjaga keamanan wilayah, Hengki juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau isu yang belum jelas kebenarannya (hoaks) di media sosial.

Masyarakat diminta untuk mengonfirmasi setiap informasi kepada pihak berwenang, mulai dari tingkat RT/RW, TNI, hingga kepolisian terdekat.

"Jika ada keluhan, masyarakat silakan hubungi call center aduan Polda Banten di 110. Layanan ini bebas pulsa, dan kepolisian akan datang dalam waktu tidak lebih dari setengah jam sejak informasi disampaikan," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusuma, sangat mengapresiasi inisiatif Kapolda Banten dalam membentuk kolaborasi pengamanan bersama komponen masyarakat atau Pam Swakarsa, termasuk pembinaan Ulama Kamtibmas di tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, deteksi dini di tingkat terkecil sangat penting untuk memetakan potensi radikalisme, kriminalitas, maupun instabilitas. Hal ini dinilai efektif untuk mencegah masalah kecil membesar seperti efek bola salju (snowball effect).

"Kalau tidak dipecahkan dari awal di level bawah, maka akan membesar. Langkah Kapolda Banten ini sangat bagus dan terbukti membuat Banten tetap aman, kondusif, dan terkendali," ujar Dimyati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
  • Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal
    Preview komentar:
    Ulasan mengenai sinergi antara asosiasi pembudi daya dan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81
Daerah
Polda dan 22 Ormas se-Bante...
Advertisement
hut ri 81
BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.