Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upskilling Jadi Senjata Lulusan Vokasi untuk Rebut Peluang Kerja Lokal hingga Global

📅 Senin, 29 Sep 2025, 19:45 WIB | Oleh:
Upskilling Jadi Senjata Lulusan Vokasi untuk Rebut Peluang Kerja Lokal hingga Global Doc: Pexels

JAKARTA – Kebutuhan tenaga kerja vokasi di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan industri yang menuntut keterampilan praktis. Agar siap bersaing di pasar lokal maupun global, upskilling menjadi kunci utama bagi generasi muda lulusan vokasi.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) mencatat 73,8 persen lulusan vokasi Kemenperin pada 2024 sudah terserap ke industri. Capaian ini membuktikan pendidikan vokasi mampu melahirkan tenaga terampil sesuai kebutuhan, namun persaingan global menuntut peningkatan keterampilan secara berkelanjutan.

Jobstreet by SEEK sebagai platform karir terdepan hadir untuk menjembatani lulusan vokasi dengan peluang kerja. Melalui kolaborasi dengan perusahaan, lembaga pendidikan, dan penyelenggara pelatihan, Jobstreet berkomitmen memperluas akses kerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebutuhan SDM berkualitas menjadi prioritas utama perusahaan di Indonesia. Menjawab tantangan itu, Jobstreet by SEEK menegaskan perannya sebagai mitra strategis yang menghubungkan lulusan vokasi dengan peluang kerja menjanjikan di berbagai sektor.

Laporan “Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja” dari Jobstreet menunjukkan 67 persen pekerja Indonesia berminat bekerja di luar negeri pada 2023. Minat paling besar datang dari generasi muda yang juga menjadi target utama pendidikan vokasi, terutama di bidang Data Science, Teknik Desain, Seni, Kreatif, dan Teknik.

Temuan tersebut menegaskan bahwa lulusan vokasi punya potensi besar tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di kancah global. Dengan keterampilan praktis yang sesuai kebutuhan industri, mereka berpeluang berkontribusi dalam memenuhi permintaan tenaga kerja di sektor prioritas.

Jobstreet by SEEK juga aktif menghadirkan wawasan industri langsung ke kampus vokasi. Dalam seminar di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS), mereka berbagi panduan praktis mengenai tren karir, keterampilan yang paling dicari industri, hingga strategi persiapan memasuki dunia kerja.

“Jobstreet by SEEK percaya keberhasilan pelatihan vokasi bukan hanya ditentukan kurikulum, tetapi juga kemampuan lulusan terhubung langsung dengan dunia kerja. Dengan teknologi AI dari SEEK, kami dapat mempertemukan pencari kerja, termasuk lulusan vokasi, dengan perusahaan yang membutuhkan keterampilan sesuai, sejalan dengan inisiatif #NextMillionJobs,” ujar Adham Somantrie, Senior Marketing Manager – PR & Social Jobstreet by SEEK.

Laporan “Hiring, Compensation, and Benefits 2025” mengungkap tren upskilling kini semakin diutamakan perusahaan. Sebanyak 50 persen perusahaan sudah menyediakan pelatihan atau self-learning, sementara 47 persen membuka program mentoring maupun apprenticeship.

Tren ini menunjukkan upskilling bukan lagi sekadar tambahan, melainkan kebutuhan utama agar tenaga kerja terus terserap dan berkembang. Laporan “Decoding Global Talent 2024: GenAI Edition” juga mencatat 72 persen profesional Indonesia bersedia melakukan pelatihan ulang menghadapi revolusi AI.

“Kami percaya reskilling dan upskilling adalah kunci keberhasilan karir profesional di Indonesia agar tetap kompetitif. Fleksibilitas dan adaptabilitas inilah yang menjadi nilai tambah pekerja Indonesia dibandingkan negara lain,” tutup Adham.

Agar lulusan vokasi benar-benar siap menghadapi tantangan, Jobstreet mendorong perusahaan untuk lebih aktif berkolaborasi dengan lembaga vokasi. Bentuknya mulai dari memberi masukan kurikulum, membuka program magang, hingga memanfaatkan platform Jobstreet untuk menjaring talenta vokasi.

Di sisi lain, pencari kerja lulusan vokasi perlu terus memperbarui keterampilan sesuai tren industri. Fitur Career Advice dan KarirKu di aplikasi Jobstreet bisa dimanfaatkan untuk pengembangan diri sekaligus mendukung upaya reskilling berkelanjutan.

Sebagai anak perusahaan SEEK, Jobstreet beroperasi di enam pasar Asia termasuk Indonesia. Dengan lebih dari 500 juta kunjungan per tahun, platform ini konsisten membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan yang produktif dan memuaskan serta mendukung kesuksesan perusahaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.