Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Deteksi Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dilakukan Sejak Dalam Kandungan

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 19:20 WIB | Oleh:
Deteksi Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dilakukan Sejak Dalam Kandungan Doc: Primaya Hospital
Ket. Ilustrasi anak dengan kelainan saluran kemih. Kelainan saluran kemih dan ginjal bawaan pada anak dapat dideteksi sejak dalam kandungan melalui USG kehamilan. Deteksi dini membantu mencegah kerusakan ginjal permanen dan meningkatkan kualitas hidup anak.

Kelainan saluran kemih dan ginjal bawaan pada anak ternyata dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Deteksi dini dinilai penting untuk mencegah kerusakan ginjal permanen yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup anak hingga dewasa.

Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak, dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS, mengatakan kemajuan teknologi pencitraan memungkinkan berbagai kelainan urologi kongenital dikenali bahkan sebelum bayi dilahirkan.

Menurutnya, pemeriksaan USG fetomaternal dapat membantu menemukan berbagai gangguan pada saluran kemih dan ginjal janin sejak dalam kandungan. Dengan diagnosis yang lebih cepat, peluang mempertahankan fungsi ginjal anak dalam jangka panjang menjadi lebih besar.

“Banyak kelainan saluran kemih dan ginjal pada anak sebenarnya sudah bisa diketahui sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan khusus USG fetomaternal. Semakin dini kondisi ini terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan ginjal permanen dan mempertahankan fungsi ginjal anak dalam jangka panjang,” ujar dr. Ronald dalam keterangannya, Rabu (3/6).

20260604191621_Foto-Ronald-Sorongku.jpg

dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini.

Salah satu kelainan yang paling sering ditemukan saat pemeriksaan kehamilan adalah hidronefrosis kongenital, yaitu kondisi pelebaran ginjal akibat gangguan aliran urine. Kelainan ini umumnya pertama kali teridentifikasi melalui pemeriksaan USG rutin pada masa kehamilan.

Meski demikian, dr. Ronald menegaskan bahwa tidak semua kasus hidronefrosis membutuhkan tindakan operasi. Ia mengingatkan orang tua agar tidak langsung panik ketika menemukan adanya pelebaran ginjal pada janin.

“Tidak semua kasus harus dioperasi. Yang penting adalah melakukan pemantauan secara tepat, mengevaluasi fungsi ginjal secara berkala, dan menentukan waktu intervensi yang sesuai bila memang diperlukan,” katanya.

Setelah bayi lahir, evaluasi lanjutan dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal secara lebih rinci. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain USG traktus urinarius, renogram atau skintigrafi ginjal, serta pemeriksaan radiologi lainnya sesuai kebutuhan medis.

Melalui serangkaian pemeriksaan tersebut, dokter dapat menilai fungsi ginjal, mengetahui risiko kerusakan organ, serta menentukan langkah penanganan yang paling tepat.

Dr. Ronald menekankan bahwa penanganan kelainan urologi pada anak sebaiknya dilakukan melalui pendekatan multidisiplin. Penanganan tidak hanya melibatkan dokter bedah anak atau urologi anak, tetapi juga dokter fetomaternal, spesialis obstetri dan ginekologi, neonatologis, radiologis, hingga tenaga rehabilitasi medik.

Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin memungkinkan perencanaan terapi dilakukan sejak masa kehamilan, proses persalinan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak setelah lahir.

“Ketika kelainan sudah diketahui sejak dalam kandungan, orang tua memiliki waktu untuk memahami kondisi anaknya, memilih fasilitas kesehatan yang tepat, serta mempersiapkan langkah penanganan sejak awal. Ini akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan jika diagnosis baru diketahui setelah muncul komplikasi,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.