Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kali Cipinang Meluap, 19 RW Terendam

📅 Minggu, 22 Mar 2026, 08:24 WIB | Oleh:
Kali Cipinang Meluap, 19 RW Terendam Doc: ist
Ket. banjir

JAKARTA – Hujan lebat membuat Kali Cipinang banjir. Air merendam sembilan rukun warga (RW) di wilayah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, akibat meluapnya Kali Cipinang, sejak Sabtu (21/3) sore.

Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, mengatakan, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.

"Hujannya dari sore. Volume air dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok cukup besar, sehingga menyebabkan Kali Cipinang meluap," kata Panangaran saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Panangaran menjelaskan, dari lima kelurahan di wilayah Kecamatan Ciracas, terdapat empat kelurahan yang dilintasi Kali Cipinang dan terdampak banjir.

Keempat wilayah tersebut meliputi Kelurahan Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, dan Rambutan.

Adapun wilayah terdampak tersebar di sembilan RW yang berada di bantaran kali. Di Kelurahan Cibubur, genangan terjadi di RW 05 dan RW 06, lalu di Kelurahan Kelapa Dua Wetan banjir merendam RW 02, RW 09, dan RW 11.

Selanjutnya, di Kelurahan Ciracas banjir dilaporkan terjadi di RW 04 dan RW 05. Sedangkan di Kelurahan Rambutan, banjir melanda RW 01 dan RW 03.

Panangaran menyebutkan, air mulai meluap dari Kali Cipinang sekitar pukul 18.30 WIB. Biasanya, genangan di wilayah tersebut dapat surut dalam waktu kurang lebih dua jam.

Namun, pada kejadian kali ini, air belum juga surut hingga lebih dari tiga jam setelah meluap. "Biasanya dua jam sudah surut, tapi sampai pukul 22.00 WIB air masih belum surut, awet banget banjirnya," ucapnya.

Menurut dia, belum surutnya genangan diduga dipengaruhi oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu serta kapasitas kali yang tidak mampu menampung volume air.

Pihaknya bersama unsur terkait masih terus memantau kondisi di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang berada di bantaran Kali Cipinang.

"Kami imbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi," ucap Panangaran.

Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan juga diminta untuk segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air maupun kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani oleh petugas.

Imbas banjir tersebut, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi warga rentan, mulai dari balita hingga ibu hamil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.