Bezzecchi Juara MotoGP Brasil, Catat Rekor Empat Kemenangan Beruntun
📅 Senin, 23 Mar 2026, 06:33 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraGOIANIA, BRASIL — Pembalap Italia, Marco Bezzecchi, melanjutkan performa impresifnya dengan menjuarai seri MotoGP Brasil yang berlangsung di Autodromo Ayrton Senna, Senin (23/3) dini hari WIB.
Pembalap tim Aprilia Racing itu finis terdepan, mengungguli rekan setimnya, Jorge Martin, serta pebalap Ducati Lenovo Team, Fabio Di Giannantonio, yang memulai balapan dari pole position.
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Bezzecchi musim ini setelah sebelumnya menjuarai seri pembuka di Thailand. Lebih dari itu, hasil di Brasil menandai tonggak penting dalam kariernya, empat kemenangan Grand Prix secara beruntun untuk pertama kalinya.
“Sejujurnya saya tidak menyangka bisa meninggalkan Brasil dengan kemenangan,” ujar Bezzecchi. “Saya sangat senang, terutama setelah hasil latihan yang buruk pada Jumat, ketika saya hanya berada di posisi ke-20.”
Ia menegaskan kerja keras tim menjadi kunci kebangkitan performanya. “Kami bekerja sangat keras di garasi untuk menyempurnakan semuanya, termasuk gaya balap saya. Kami mencoba menemukan kombinasi yang sempurna.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Dominasi Aprilia semakin terasa dengan finis satu-dua di Brasil. Hasil tersebut mengantar mereka memimpin klasemen konstruktor dengan 64 poin, sekaligus mencatat sejarah sebagai tim pertama yang meraih empat kemenangan beruntun melalui satu pebalap.
Juara dunia bertahan, Marc Marquez dari Ducati, harus puas finis di posisi keempat meski sebelumnya memenangi sprint race. Sementara itu, Pedro Acosta (KTM) yang datang sebagai pemuncak klasemen, turun posisi setelah hanya finis ketujuh.
Kini, Bezzecchi memimpin klasemen sementara dengan 56 poin, unggul 11 angka atas Martin di posisi kedua, sementara Acosta tertinggal tiga poin di belakangnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Setiap hari saya semakin dekat dengan para pebalap teratas,” kata Martin. Namun ia tetap merendah terkait peluang juara musim ini. “Untuk saat ini, peluang saya masih sangat kecil.”
Balapan di Goiania sendiri harus dipangkas dari 31 menjadi 23 lap akibat suhu ekstrem yang menyebabkan degradasi ban parah serta meningkatkan risiko keselamatan bagi para pembalap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!