Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semangat Kartini: Alumni IPB Lena Herliana Ubah Wajah Transportasi Publik Jadi Lebih Inklusif

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 09:33 WIB | Oleh:
Semangat Kartini: Alumni IPB Lena Herliana Ubah Wajah Transportasi Publik Jadi Lebih Inklusif Doc: Ist
Ket. Lena Herliana, alumni IPB, menjadi sorotan berkat dedikasinya menghadirkan transportasi publik yang lebih manusiawi, berkelanjutan, dan inklusif di Indonesia.

Di tengah hiruk-pikuk transformasi infrastruktur nasional, muncul sebuah narasi kuat tentang bagaimana kecerdasan ekonomi dan empati sosial dapat bersinergi. Lena Herliana, seorang alumni berprestasi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), kini menjadi sorotan publik atas dedikasinya merombak wajah transportasi publik Indonesia menjadi lebih manusiawi, berkelanjutan, dan setara.

Dari Koridor Investasi Menuju Dampak Ekonomi Riil

Memulai perjalanannya sebagai di dunia investasi dan ekonomi pembangunan, Lena tidak sekadar terpaku pada angka di atas kertas. Ia menjalankan perjuangannya dari pertumbuhan neraca ekonomi-bisnis nasional di Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Kadin (Kamar Dagang Indonesia). Dari sana ia mulai menjajaki masuk dalam sistem investasi dan perdagangan internasional di bawah Uni Eropa dan Perserikatan Persemakmuran Kedutaan Besar Inggris di Indonesia menjadi Penasehat Senior untuk kebijakan  dagang di wilayah Asia Pasifik dan Indonesia. Berbekal latar pengalaman, ia melihat bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya bisa tercapai jika mobilitas penduduknya terjamin tanpa hambatan—terutama bagi kelompok rentan.

Di bidang transportasi, Lena mencanangkan dan memfasilitasi investasi internasional dalam mentransformasi moda angkutan massal yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesetaraan gender. Dengan dana sekitar 60 Miliar Euro dalam kerjasama Indonesia-Jerman yang Ia pimpin. Ia telah mengadvokasikan sistem transportasi yang ramah perempuan, dengan memperhatikan kebutuhan khusus lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Menurutnya “Transportasi bukan sekadar infrastruktur, tapi juga ruang keadilan sosial. Setiap perempuan berhak merasa aman, nyaman, dan dihargai saat bergerak untuk mencari nafkah atau menuntut ilmu,” ujar Lena Herliana dalam keterangannya.  Lena percaya bahwa transportasi bukan sekadar urusan perpindahan fisik, melainkan jembatan menuju peluang ekonomi dan pendidikan. Pandangan inilah yang membawanya masuk ke sektor transportasi, sebuah ranah yang selama ini didominasi oleh sudut pandang teknis maskulin, untuk kemudian ia sentuh dengan semangat kesetaraan.

Ide visionernya berhasil mewujudkan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang terintegrasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali. Sistem BRT ini kini melayani puluhan juta warga setiap hari, memberikan akses yang lebih cepat, murah, dan inklusif. Buah pikirnya telah membantu puluhan juta warga lokal setiap harinya. Dari pedagang pasar yang membawa dagangan, hingga mahasiswa yang mengejar mimpi ke kampus, semua merasakan dampak efisiensi dari transportasi yang teratur dan terintegrasi. Ribuan perempuan lansia dapat kini bepergian tanpa khawatir, ibu hamil mendapatkan prioritas kursi dan fasilitas khusus, serta anak-anak sekolah dapat menjangkau pendidikan dengan lebih aman. Dampak ekonominya pun signifikan. Mobilitas yang meningkat telah mendorong aktivitas perdagangan, UMKM, dan kesempatan kerja bagi masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.

Perjuangan Lena dalam menyisipkan aspek kesetaraan gender ke dalam kebijakan transportasi nasional telah mendapat pengakuan dari Plan International di Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata Lena dalam meruntuhkan hambatan mobilitas bagi perempuan dan anak-anak melalui sistem transportasi yang aman dan inklusif.

"Lena Herliana adalah representasi Kartini masa kini. Beliau membuktikan bahwa kebijakan ekonomi pembangunan yang kuat harus dibarengi dengan keberpihakan pada mereka yang sering terpinggirkan di ruang publik," ujar perwakilan dari Plan International.

Hingga saat ini, Lena Herliana terus konsisten untuk mendukung dan mengupayakan kesetaraan bagi kaum terpinggirkan dengan dorongan kebijakan dan dukungan investasi SDM dan kerjasama internasional. Lena Herliana telah membuktikan bahwa Indonesia tidak kekurangan wanita untuk terus berkreasi dan berdampak bagi sesama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.