Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Aminah Syukur, Sosok Pahlawan Pendidikan yang Mengubah Masa Depan

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 10:07 WIB | Oleh:
Mengenal Aminah Syukur, Sosok Pahlawan Pendidikan yang Mengubah Masa Depan Doc: Antara Foto
Ket. Koleksi foto dari Hj Hariati Binti M Yacob: Tampak Aminah Syukur sedang duduk di kursi.

Tepat pada 21 April 1970, sebuah prosesi pemakaman berlangsung khidmat di Samarinda. Jenazah seorang perempuan dipindahkan dari Jakarta untuk dikebumikan secara terhormat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa.

Tanggal itu dipilih bertepatan dengan Hari Kartini, karena Pemerintah Kotamadya Samarinda menjadikannya sebagai bentuk penghormatan bagi pahlawan pendidikan mereka: Aminah Syukur.

Secara nasional, setiap kali kalender menunjuk pada tanggal 21 April, ingatan kolektif bangsa Indonesia nyaris selalu tertuju pada satu sosok: Raden Ajeng Kartini. Kebaya dikenakan, lagu-lagu perjuangan emansipasi dikumandangkan, dan narasi tentang kesetaraan gender selalu digaungkan.

Karena itu, perlu menarik lensa sejarah sedikit menjauh dari Pulau Jawa dan mengarahkannya ke Tepian Mahakam. Di sana, tanggal 21 April ternyata menyimpan makna ganda yang tak kalah membumi bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Penelusuran arsip dan literatur yang dihimpun sejarawan publik Kalimantan Timur, Muhammad Sarip, bersama Alisya Anastasya dalam bukunya Perempuan di Kalimantan Timur: Sejarah yang Terlupakan, Mitos Kartini, dan Realitas Gender, mengajak kita melihat bahwa heroisme perempuan di Benua Etam tidak berdiri tunggal. Selain Aminah Syukur, tercatat pula nama Nyonya Lo Beng Long yang berperan dalam pendirian perguruan tinggi kebanggaan Kalimantan Timur.

Aminah Syukur dan Nyonya Lo Beng Long hanyalah dua dari sekian banyak perempuan tangguh yang meretas jalan bagi peradaban pendidikan di wilayah ini.

20260421101110_villa-annie.jpg

Villa Annie, rumah kediaman Lo Beng Long yang berdiri kokoh dan tak ada bentuk berubah sebagaimana awal dibangun pada 1897

Lalu, bagaimana benih-benih emansipasi itu bisa tumbuh di Kalimantan Timur? Menurut Sarip, geliat aktivitas perempuan mulai terorganisasi seiring datangnya angin segar kebijakan politik etis kolonial pada dekade ketiga abad ke-20. Gelombang pergerakan nasional yang berpusat di Jawa perlahan menjalar hingga ke luar pulau.

Dokumentasi foto-foto klasik dari era 1930-an pun merekam sebuah perubahan sosiologis di Samarinda: para remaja hingga perempuan dewasa tak lagi semata berkutat di ranah domestik.

"Mereka tampak antusias duduk di bangku-bangku kursus, mengeja aksara, dan belajar baca-tulis. Kesadaran akan pentingnya literasi ini mengkristal menjadi gerakan kolektif. Mereka kemudian membentuk wadah-wadah perkumpulan, salah satunya bernaung di bawah payung Persatuan Istri Islam Indonesia," papar Sarip.

Ketika dentuman Revolusi Kemerdekaan menggema pada periode 1945–1949, perempuan Kalimantan Timur tidak berpangku tangan. Mereka turun ke gelanggang. Keterlibatan mereka melampaui batas ruang kelas: dari merancang strategi dalam organisasi sosial-politik, menyelundupkan logistik, hingga menjadi penopang moral bagi para gerilyawan Republik yang bergerak di rimba-rimba Kalimantan.

Aminah Syukur, mendidik hingga akhir hayat

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.