Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produk Olahan Buah Kelapa RI Makin Diminati Pasar Global, Mentan: Ada Pergeseran Konsumsi Pangan di China dan Eropa

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Produk Olahan Buah Kelapa RI Makin Diminati Pasar Global, Mentan: Ada Pergeseran Konsumsi Pangan di China dan Eropa Doc: antara foto
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan produk-produk olahan buah kelapa dari Indonesia seperti susu kelapa semakin diminati pasar internasional.

"Ada pergeseran konsumsi pangan, seperti di China dan negara-negara lainnya termasuk negara-negara di Eropa, yaitu (komoditas) kelapa," kata Mentan Amran saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/8).

"Jadi, seperti coconut milk, susu (kelapa), dan seterusnya (produk olahan kelapa lainnya). Itu membuat sehat, itu menarik," imbuhnya.

Menurut Amran, hal ini dapat menjadi peluang Indonesia untuk melakukan ekspor buah kelapa lebih masif lagi, baik yang utuh maupun yang sudah diolah menjadi produk baru seperti susu. “Dulu harga (per buah) Rp1.000, sekarang sampai Rp5.000-10.000. Indonesia tidak boleh tinggal diam,” ujar Mentan.

Lebih lanjut, Mentan Amran pun mendorong hilirisasi sektor pertanian seperti kelapa agar perdagangan dan pangan nasional bisa berjalan maju beriringan.

"Kita bicara hilirisasi kemarin, kita (melakukan) ratas (rapat terbatas). Banyak investor dari China yang investasi di Indonesia, jadi nilai ekspornya meningkat. Itu tujuan hilirisasi," kata dia.

Selain buah kelapa, Mentan Amran juga mengatakan bahwa minyak kelapa sawit mentah (CPO) masih menjadi komoditas andalan Indonesia untuk diekspor ke pasar mancanegara.

Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia tetap mengutamakan kepentingan pasar domestik dan hilirisasi CPO bersamaan dengan kegiatan ekspor tersebut.

"Tidak masalah (Indonesia tetap ekspor CPO). Kita lihat mana yang menguntungkan Indonesia. Kalau harga naik, bagus, kita dorong. Kalau harga menguntungkan di tingkat dunia, kita lempar keluar," ujar Amran.

Sebelumnya, Mentan Amran mengatakan dengan mengolah CPO menjadi produk setengah jadi dan jadi, akan meningkatkan komoditas sawit Indonesia.

Selain untuk menciptakan produk dengan nilai jual lebih tinggi, upaya hilirisasi CPO ini diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, dan mendorong kemajuan industri perkebunan sawit secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.