Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biar Makin Efektif Melindungi Konsumen dan Produk Lokal, VPTI Harus Diperkuat

24 Kamis, 15 Jan 2026, 09:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Biar Makin Efektif Melindungi Konsumen dan Produk Lokal, VPTI Harus Diperkuat Biar Makin Efektif Melindungi Konsumen dan Produk Lokal, VPTI Harus Diperkuat Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Prof. Dr. Drs. H.A.M. Nurdin Halid menegaskan Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI) perlu disempurnakan untuk melindungi konsumen dalam negeri dan memproteksi produk lokal

JAKARTA-Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI) perlu disempurnakan untuk melindungi konsumen dalam negeri dan memproteksi produk lokal. Jika VPTI tidak diperkuat maka pasar domestik akan dibanjiri produk impor dengan harga murah dan kualitas rendah.

VPTI merupakan instrumen negara di bawah kendali Kementerian Perdagangan untuk memastikan bahwa barang impor yang masuk ke Indonesia memenuhi standar teknis, keselamatan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid mengatakan, VPTI masih sangat dibutuhkan ke depannya, bahkan relevansinya semakin meningkat. Arus perdagangan global, perdagangan digital, dan e- commerce lintas batas membuat potensi masuknya barang tidak aman atau tidak sesuai standar semakin besar. "Tanpa VPTI, negara akan kehilangan instrumen awal untuk melindungi konsumen dan menjaga kualitas barang yang beredar di pasar domestik,"tegasnya, Kamis (15/1)

Namun demikian ujar dia, VPTI harus terus disempurnakan. Pendekatannya perlu lebih risk-based, terintegrasi secara digital, dan diselaraskan dengan pengawasan pasca-impor. Dengan reformasi tersebut, VPTI tidak menjadi hambatan perdagangan, tetapi instrumen perlindungan yang adaptif dan

relevan dengan perkembangan ekonomi modern.

Keberlanjutan VPTI ke depannya harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang tegas terhadap surveyor yang lalai atau menyalahgunakan kewenangan. "Jika ditemukan pelanggaran, sanksinya

tidak boleh sekadar administratif, tetapi harus memberi efek jera, termasuk

pencabutan penugasan,"tegasnya

Tanpa pengawasan dan penegakan hukum yang konsisten, VPTI berisiko kehilangan wibawa dan berubah menjadi

formalitas. "Negara tidak boleh ragu menindak pihak yang merusak sistem,

karena kelalaian dalam VPTI pada akhirnya mempertaruhkan keselamatan

konsumen dan kepercayaan publik,"ucap Nurdin.

Sebagai gambaran, dalam perspektif perlindungan konsumen, VPTI berfungsi sebagai first gate agar barang berbahaya, tidak sesuai standar, atau berkualitas rendah tidak beredar di pasar domestik. Dengan demikian, VPTI membantu menjamin hak konsumen atas keamanan, keselamatan, dan informasi yang benarsebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan UU Perlindungan Konsumen. Selain itu, dari sisi perdagangan, VPTI berkontribusi menciptakan levelplaying field antara produk impor dan produk dalam negeri.

Kualitas belum merata

Nurdin menegaskan pula bahwa kualitas pelaksanaan VPTI saat ini masih belum sepenuhnya merata. Di satu sisi, terdapat surveyor yang menjalankan verifikasi secara profesional dan sesuai standar. Namun di sisi lain, masih ditemukan kelemahan berupa pemeriksaan yang bersifat administratif, keterbatasan pengujian teknis, serta lemahnya pengawasan pasca-verifikasi. Hal ini terlihat dari masih ditemukannya barang impor tidak sesuai standar yang lolos dan beredar di pasar.

Kesenjangan kualitas tersebut menunjukkan bahwa masalah utama bukan pada konsep VPTI, melainkan pada implementasi dan pengawasan. Tanpa standar operasional yang seragam, audit berkala, dan sanksi tegas, VPTI berisiko menjadi prosedur formalitas. "Jika ini terjadi, konsumen justru menanggung biaya tambahan dari proses verifikasi tanpa memperoleh perlindungan yang sepadan,"ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Ekonomi
Sebanyak 60 UMKM Ramaikan F...
Nasional
Penyaluran Bantuan Air Bers...
Megapolitan
Lapak Baca Gratis Hadir unt...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.