Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Misi Pengambilan Sampel Asteroid NASA Siap Kembali ke Bumi Tahun Depan

📅 Minggu, 23 Okt 2022, 13:24 WIB | Oleh:
Misi Pengambilan Sampel Asteroid NASA Siap Kembali ke Bumi Tahun Depan Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx.

Pesawat ruang angkasa di pusat misi pengembalian sampel asteroid pertama Badan Antariksa dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dilaporkan telah mengubah lintasannya dalam persiapan untuk kembali ke Bumi pada tahun depan.

Pada 21 September lalu, pesawat ruang angkasa yang secara resmi dikenal sebagai Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, Security-Regolith Explorer (OSIRIS-REx) menembakkan pendorongnya selama 30 detik untuk koreksi arah. Ini adalah yang pertama kalinya bagi pesawat ruang angkasa yang membawa sampel asteroid Bennu, mengubah lintasannya sejak meninggalkan batu ruang angkasa pada 10 Mei 2021.

Sebagai informasi, sampel asteroid Bennu terdiri dari bahan-bahan yang tersisa dari awal tata surya dan pembentukan planet-planetnya, termasuk Bumi. Dengan mempelajari sampel tersebut, para ilmuwan berharap dapat belajar lebih banyak tentang blok bangunan tata surya, dan bahkan kemungkinan awal pembentukan kehidupan itu sendiri.

Dijadwalkan kembali ke Bumi pada 24 September 2023, pesawat ruang angkasa harus mendekati Bumi dengan kecepatan yang tepat dan dalam arah yang benar untuk mengirimkan kapsul berisi sampel yang dikumpulkan dari Bennu ke atmosfer planet dengan aman.

"Jika kapsul miring terlalu tinggi, itu akan terlepas dari atmosfer (...) Siku terlalu rendah, itu akan terbakar di atmosfer bumi," ujar Mike Moreau, wakil manajer proyek OSIRIS-REx di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Maryland.

Karena potensi kegagalan itu, koreksi tambahan seperti ini akan menjadi penting di tahun mendatang untuk memastikan keberhasilan misi tujuh tahun, yang pertama kali diluncurkan pada 8 September 2016 itu. Mengutip Space.com, jika OSIRIS-REx tetap pada lintasannya saat ini, pesawat ruang angkasa akan melewati Bumi pada jarak sekitar 2.200 kilometer sehingga pada Juli 2023, pesawat ruang angkasa akan memulai serangkaian manuver kemudi.

Proses ini diprediksi akan membawa pesawat ruang angkasa ke sekitar 250 kilometer dari permukaan bumi sehingga cukup dekat untuk melepaskan kapsul sampelnya ke atmosfer untuk pendaratan presisi yang dipandu parasut di Utah Test and Training Range Angkatan Udara di Gurun Great Salt Lake.

Setelah dilepaskan, personel NASA akan membawa kargo ke laboratorium kurasi yang baru dibangun dan dirancang khusus di Johnson Space Center di Houston. Para ilmuwan nantinya akan menggunakan peralatan seperti glovebox khusus, peralatan dan wadah penyimpanan, yang semuanya dirancang untuk menjaga sampel agar tidak terkontaminasi. Sampel yang dikumpulkan oleh misi juga akan dikirim ke tim ilmuwan di seluruh dunia dan sampel besar akan disimpan untuk dipelajari generasi mendatang.

Namun, tidak semua temuan Bennu misi OSIRIS-REx harus menunggu sampel. Sebelum pesawat ruang angkasa mencapai Bumi tahun depan, ia bahkan telah mengirimkan data yang dapat mengajari para peneliti lebih banyak tentang asteroid. Media Space menuturkan, para ilmuwan Pada bulan Juli lalu mengumumkan bahwa data yang dikumpulkan oleh OSIRIS-REx tentang permukaan Bennu mengungkapkan bahwa asteroid itu begitu longgar sehingga jika pesawat ruang angkasa itu berusaha mendarat di atasnya daripada menembakkan pendorongnya untuk mundur dengan cepat, ia akan tenggelam di permukaan asteroid.

Tak hanya itu, OSIRIS-REx juga telah memberi NASA data yang penting dalam menghitung orbit objek yang berpotensi berbahaya di masa depan hingga tahun 2300. Informasi ini dapat menjadi penting dalam menentukan apakah Bennu, yang memiliki diameter 1.200 kaki itu bisa berdampak pada Bumi setelah pendekatan dekat pada tahun 2135.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Lamine Yamal Jadi Kapten Termuda Barcelona di Usia 19 Tahun

46 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Lamine Yamal Jadi Kapten Te...
Luar Negeri
Bukan Arab Saudi? Trump Seb...
Ekonomi
Investasi RI Tak Efisien: M...
Nasional
KPK Usut Mobil Mewah untuk ...
Advertisement
Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.