Pochettino: Gelar Liga Inggris 2016-2017 Seharusnya Diberikan kepada Tottenham
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 00:09 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLONDON – Mauricio Pochettino menilai Tottenham Hotspur seharusnya dinobatkan sebagai juara Premier League (Liga Inggris) musim 2016-2017 setelah Chelsea dinyatakan melakukan pelanggaran regulasi kompetisi.
Pochettino, yang saat itu menangani Tottenham, bahkan berpendapat gelar Premier League yang diraih Chelsea seharusnya dicabut dan diberikan kepada timnya setelah The Blues dijatuhi denda rekor akibat pelanggaran aturan yang dilakukan pada periode sebelumnya.
Chelsea pada Maret lalu dijatuhi denda total 10,75 juta poundsterling terkait pelanggaran historis terhadap regulasi Premier League.
Kasus tersebut bermula pada 2022 ketika Chelsea secara sukarela melaporkan kepada otoritas Premier League bahwa mereka menemukan bukti yang berpotensi menunjukkan adanya pelanggaran terkait pembayaran kepada pihak ketiga dan pelaporan keuangan.
Hasil investigasi Premier League kemudian menemukan adanya pembayaran yang tidak diungkapkan kepada pihak berwenang selama periode 2011 hingga 2018. Pembayaran tersebut dilakukan oleh pihak ketiga yang terkait dengan Chelsea kepada pemain, agen yang tidak terdaftar, serta pihak ketiga lainnya.
Pochettino menilai fakta tersebut semestinya menjadi dasar untuk mengevaluasi kembali gelar yang diraih Chelsea pada musim 2016-2017.
“Kami seharusnya memenangkan satu gelar Premier League. Kami seharusnya dianugerahi gelar itu,” kata Pochettino, yang kini menangani tim nasional Amerika Serikat.
“Jika benar Chelsea melanggar aturan, maka kami pantas menjadi juara pada tahun itu. Mereka dihukum, mereka mengakuinya? Kalau begitu, selesai. Gelar seharusnya diberikan kepada tim yang finis di posisi kedua.”
Tottenham mengakhiri musim 2016-2017 di peringkat kedua dengan 86 poin, rekor perolehan poin klub tersebut dalam satu musim Premier League. Chelsea menjadi juara setelah mengumpulkan 93 poin di bawah asuhan Antonio Conte.
Pochettino menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai kemampuan Chelsea di lapangan, melainkan soal kesetaraan aturan sebelum kompetisi dimulai.
“Kita bisa mengatakan mereka mencetak banyak gol dan memenangkan pertandingan. Namun, sangat adil untuk mengatakan bahwa kami tidak memulai kompetisi dengan kartu yang sama,” ujarnya.
“Dengan aturan yang sama, mungkin kami bisa merekrut beberapa pemain yang membuat tim menjadi lebih baik atau membantu kami mencetak lebih banyak gol.”
Chelsea menjalani musim luar biasa pada 2016-2017. Salah satu pemain kunci mereka adalah Eden Hazard, yang mencetak 16 gol dan lima assist. Hazard merupakan satu dari tujuh pemain yang direkrut menggunakan pembayaran kepada agen yang tidak terdaftar.
Pochettino mengaku tidak khawatir dengan kemungkinan kritik dari pendukung Chelsea setelah menyampaikan pandangannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!