Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 12:28 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Kementerian Perindustrian menargetkan utilisasi industri pengolahan kopi meningkat menjadi 86,6 persen pada 2029. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat industri kopi nasional melalui peningkatan nilai tambah dan daya saing.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebut Indonesia memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan industri kopi dari hulu hingga hilir. Fondasi tersebut mencakup ketersediaan bahan baku, potensi pasar domestik, serta peluang ekspor.
“Kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki kekuatan dari hulu hingga hilir. Tantangan kita ke depan adalah memastikan kekuatan tersebut dapat dikonversi menjadi nilai tambah yang lebih besar,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9).
Agus menjelaskan, Indonesia merupakan produsen biji kopi terbesar keempat dunia dengan produksi sekitar 834 ribu ton pada 2025. Produk kopi olahan Indonesia menembus lebih dari 80 negara, menunjukkan daya saing dan peluang ekspansi industri nasional di pasar global.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, memaparkan kapasitas terpasang industri pengolahan kopi mencapai sekitar 1,81 juta ton. Sementara itu, realisasi produksi pada 2025 sekitar 928 ribu ton dengan tingkat utilisasi sekitar 51 persen.
“Peningkatan utilisasi menjadi salah satu fokus kebijakan kami. Kita ingin memastikan kapasitas industri yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Putu.
Putu menerangkan bahwa peningkatan utilisasi membutuhkan penguatan pasokan bahan baku, sumber daya manusia, teknologi, riset dan pengembangan, serta akses pasar secara terintegrasi. Pemerintah menargetkan tingkat utilisasi industri pengolahan kopi meningkat menjadi 86,6 persen pada 2029.
Dari sisi perdagangan, Indonesia tercatat sebagai eksportir kopi premix terbesar di dunia pada 2025. Nilai ekspornya mencapai USD454,7 juta dengan penguasaan pangsa pasar global sebesar 17,54 persen.
Indonesia juga menempati posisi lima besar negara eksportir kopi instan dunia. Nilai ekspor kopi instan Indonesia mencapai USD225 juta dengan pangsa pasar global sebesar 5,88 persen.
Kemenperin juga melihat standardisasi, keamanan pangan, traceability, sertifikasi internasional, sustainability, serta branding sebagai aspek penting dalam pengembangan industri kopi. Sejumlah produk yang dinilai berpeluang dikembangkan, roasted bean, kopi instan, premiks, specialty coffee, kopi kapsul, drip coffee, dan ground coffee. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
09 Sep 2026, 13:27 WIB.
Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat komprehensif bagi industri kopi kita, di mana dorongan dari pemerintah untuk memperkuat riset dan pengembangan tentunya harus selalu berjalan beriringan dengan peremajaan alat-alat packaging serta pengolahan termal agar Indonesia tidak hanya tangguh di sektor hulu, tetapi benar-benar merajai ekspor produk hilir secara berkelanjutan
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!