Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Jaringan Irigasi Dibangun, Kementan Perkuat Sawah Jabar-Banten

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ratusan Jaringan Irigasi Dibangun, Kementan Perkuat Sawah Jabar-Banten Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat infrastruktur pengairan pertanian di Jawa Barat dan Banten melalui pembangunan dan pemeliharaan hampir seribu unit jaringan irigasi tersier.

JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat infrastruktur pengairan pertanian di Jawa Barat dan Banten melalui pembangunan dan pemeliharaan hampir seribu unit jaringan irigasi tersier. Penguatan jaringan irigasi hingga ke tingkat lahan pertanian tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga sawah tetap produktif dan memastikan petani dapat mempertahankan musim tanam di tengah musim kemarau.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengairan dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional. “Air adalah faktor utama dalam pertanian. Karena itu, irigasi harus kita perbaiki dan pastikan air benar-benar sampai ke lahan pertanian agar petani bisa terus berproduksi,” tegas Mentan Amran di Jakarta, Kamis (12/9).

Direktur Irigasi Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Liferdi Lukman mengatakan sebanyak 999 unit jaringan irigasi tersier dialokasikan untuk wilayah Jawa Barat dan Banten melalui berbagai skema anggaran. Hingga saat ini, realisasi fisik kegiatan OP Irigasi Tersier telah mencapai 737 unit atau 73,77 persen.

“Sementara itu, kegiatan yang bersumber dari Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) mencatatkan progres sebesar 88,04 persen atau 405 unit dari total alokasi 460 unit,” ujarnya.

Adapun kegiatan yang bersumber dari anggaran aspirasi di wilayah Jawa Barat dan Banten masih dalam tahap verifikasi. Sejumlah lokasi kegiatan BPLIP juga tengah memasuki proses verifikasi pascarelokasi. “Untuk kita ketahui bersama, Indonesia saat ini sudah memasuki musim kemarau yang bertepatan dengan El Nino, sehingga durasi kemarau di sejumlah wilayah cukup panjang, termasuk di Jawa Barat dan Banten. Keberadaan jaringan irigasi sangat vital bagi keberlanjutan produksi pertanian karena air adalah sumber utama kehidupan,” jelas Liferdi.

Minimalkan Risiko

Menurutnya, Kementan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pertanaman dan meminimalkan risiko gagal panen. Pemanfaatan air permukaan dilakukan melalui perbaikan saluran tersier, perpipaan, dan perpompaan.

“Optimalisasi air tanah dilakukan melalui pembangunan sumur bor dan jaringan irigasi air tanah (JIAT),” ungkapnya.

Selain itu, Kementan juga menyalurkan bantuan benih gratis bagi lahan yang mengalami gagal panen agar petani dapat segera kembali melakukan penanaman. Dukungan dan sinergi pengelolaan air di lapangan juga terus diperkuat bersama pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Tanti Yulianti, mengatakan pihaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, termasuk pada sekitar 300 hektare lahan yang terindikasi mengalami kekeringan serta 19 hektare lahan yang terdampak gagal panen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Ekonomi
Investasi RI Tak Efisien: M...
Nasional
KPK Usut Mobil Mewah untuk ...
Advertisement
Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.