Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Arab Saudi? Trump Sebut AS Kini Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Bukan Arab Saudi? Trump Sebut AS Kini Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia Doc: Antara foto/Anadolu
Ket. Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara perayaan untuk menghormati para ibu dari anggota militer di East Room Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada 6 Mei 2026.

ISTANBUL - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu malam mengatakan negara tersebut kini telah menjadi produsen minyak terbesar di dunia, dengan mengecualikan cadangan minyak Venezuela yang sangat besar, yang baru-baru ini dimasukkan AS ke dalam cadangannya.

Berbicara dalam sebuah rapat umum di Dallas, Texas, Trump menyambut baik kesepakatan energi yang melibatkan cadangan minyak terbukti Venezuela yang diperkirakan sekitar 65 miliar barel. Ia menyebut kesepakatan tersebut berpotensi menjadi kesepakatan terbesar dalam sejarah negara itu.

“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.

Gedung Putih mengumumkan rincian kesepakatan energi tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu, North American Blue Energy Partners(NABEP) akan memberikan 35 persen saham ekuitas di perusahaan induknya kepada Office of Strategic Capital di bawah Departemen Pertahanan AS (Pentagon), tanpa membebani pembayar pajak AS.

Departemen Luar Negeri AS juga akan memiliki hak untuk membeli 20 persen dari hasil produksi sesuai dengan biaya produksinya.

Gedung Putih mengatakan NABEP telah mendapatkan konsesi selama 100 tahun yang mencakup 17 ladang minyak. Namun, Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez sebelumnya menyebut kesepakatan tersebut sebagai perjanjian berdurasi 25 tahun.

Menurut Gedung Putih, kesepakatan itu diperkirakan menghasilkan royalti dan pajak senilai 200 miliar dolar AS (Rp3.517 triliun) selama 25 tahun pertama. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan kembali Venezuela dan pengembangan sektor sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.