Bukan Arab Saudi? Trump Sebut AS Kini Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 00:01 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoISTANBUL - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu malam mengatakan negara tersebut kini telah menjadi produsen minyak terbesar di dunia, dengan mengecualikan cadangan minyak Venezuela yang sangat besar, yang baru-baru ini dimasukkan AS ke dalam cadangannya.
Berbicara dalam sebuah rapat umum di Dallas, Texas, Trump menyambut baik kesepakatan energi yang melibatkan cadangan minyak terbukti Venezuela yang diperkirakan sekitar 65 miliar barel. Ia menyebut kesepakatan tersebut berpotensi menjadi kesepakatan terbesar dalam sejarah negara itu.
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Gedung Putih mengumumkan rincian kesepakatan energi tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu, North American Blue Energy Partners(NABEP) akan memberikan 35 persen saham ekuitas di perusahaan induknya kepada Office of Strategic Capital di bawah Departemen Pertahanan AS (Pentagon), tanpa membebani pembayar pajak AS.
Departemen Luar Negeri AS juga akan memiliki hak untuk membeli 20 persen dari hasil produksi sesuai dengan biaya produksinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gedung Putih mengatakan NABEP telah mendapatkan konsesi selama 100 tahun yang mencakup 17 ladang minyak. Namun, Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez sebelumnya menyebut kesepakatan tersebut sebagai perjanjian berdurasi 25 tahun.
Menurut Gedung Putih, kesepakatan itu diperkirakan menghasilkan royalti dan pajak senilai 200 miliar dolar AS (Rp3.517 triliun) selama 25 tahun pertama. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan kembali Venezuela dan pengembangan sektor sosial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!