Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Geologi ESDM: Gunung Anak Krakatau Masih Level Siaga

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 14:38 WIB | Oleh:
Badan Geologi ESDM: Gunung Anak Krakatau Masih Level Siaga    Doc: Setkab RI

JAKARTA - Aktivitas Gunung Api Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung, masih berada pada tingkat Level III atau Siaga. Hal tersebut, berdasarkan evaluasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis (10/9).

Status tersebut, Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan, berlaku berdasarkan pemantauan aktivitas gunung api pada periode pukul 00.00 - 06.00 WIB. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Anggi Nuryo Saputro, mengatakan evaluasi terbaru menunjukkan kondisi Gunung Anak Krakatau masih mendapat perhatian.

"Dari sisi meteorologi, kondisi di sekitar gunung terpantau berawan selama periode pengamatan. Angin tercatat bertiup lemah menuju barat laut, sementara suhu udara berada pada kisaran 25,9 hingga 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 81-87 persen," kata Anggi dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (10/9).

Anggi menjelaskan bahwa Gunung Anak Krakatau itu memiliki ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya, dinilai sangat berdampak bagi wilayah Lampung Selatan.

"Secara visual, Gunung Anak Krakatau terpantau dalam kondisi berkabut dengan tingkat kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati, sedangkan CCTV visual di lapangan dalam kondisi tidak aktif," ucap Anggi.

Pemantauan Badan Geologi Kementerian ESDM, kata Anggi, juga mencatat adanya aktivitas kegempaan selama periode tersebut. Gempa Hybrid/Fase Banyak, tercatat sebanyak tiga kali dengan amplitudo 11-14 mm, S-P 0 detik, dan durasi masing-masing 4-7 detik.

"Badan Geologi juga merekam Tremor Menerus atau Microtremor dengan amplitudo 2-7 mm dan dominan berada pada 3 mm. Data kegempaan ini bagian dari parameter yang digunakan untuk mengevaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau," ujar Anggi.

Anggi menegaskan, status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada di Level III (Siaga). Karena itu, masyarakat maupun wisatawan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif,” kata Anggi.

Larangan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau, akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi gunung api tersebut. Masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi Kementerian ESDM. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Amat Membahayakan, 87 Napi ...
Advertisement
Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Jakarta Masuk Tanah dalam 5 Tahun, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Jakarta Masuk Tanah dalam 5 Tahun, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.