Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Viral Kasus Perundungan di Blora! Korban Pilih Keputusan Mengejutkan, Berdamai dan Cabut Laporan

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 05:10 WIB | Oleh:
Viral Kasus Perundungan di Blora! Korban Pilih Keputusan Mengejutkan, Berdamai dan Cabut Laporan Doc: Antara foto
Ket. Kuasa hukum korban dugaan perundungan di SMP Negeri 1 Blora, Jawa Tengah, Adhi Aprianto.

BLORA - Korban dugaan perundungan di SMP Negeri 1 Blora, Jawa Tengah, memilih berdamai dengan siswa yang diduga terlibat dalam perundungan, sedangkan laporan ke pihak kepolisian juga segera dicabut.

Kuasa hukum korban, Adhi Aprianto di Blora, Sabtu, mengatakan keputusan berdamai merupakan keinginan korban berinisial APW. Korban ingin tetap melanjutkan sekolah dan kembali berteman dengan siswa yang sebelumnya diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Yang terpenting ini adalah permintaan dari korban," ujar Adhi seusai pertemuan antara keluarga korban dan keluarga siswa yang diduga terlibat di Blora, Sabtu (15/8).

Ia mengatakan pihaknya akan segera menyampaikan surat kepada sekolah sebagai bentuk kesungguhan dalam proses pencabutan laporan.

"Kami juga akan melayangkan surat ke sekolah agar pihak sekolah tahu kesungguhan kami melakukan pencabutan laporan," ujarnya.

Menurut Adhi, kesepakatan tersebut merupakan hasil dari serangkaian upaya perdamaian yang sebelumnya telah dilakukan.

Keluarga siswa yang diduga terlibat juga telah beberapa kali menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarganya.

Ia menegaskan keputusan berdamai tidak dilakukan karena adanya tekanan dari pihak mana pun.

"Tidak ada tekanan. Kami tegaskan, kami tidak mau perdamaian ini karena ada tekanan. Karena ini murni dari kesadaran," katanya.

Sebagai bagian dari kesepakatan, siswa yang diduga terlibat akan menjalani pembinaan berupa pelaksanaan shalat Dhuha selama 40 hari serta kerja sosial membersihkan kamar mandi sekolah di luar jam pelajaran.

"Sanksi pertama dilakukan shalat Dhuha selama 40 hari, yang kedua pelaku membersihkan kamar mandi, tapi itu di luar jam sekolah," ujarnya.

Selain penyelesaian terhadap siswa, pihak korban juga meminta sekolah memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Adhi menyebut pihak sekolah telah menyetujui penambahan 16 kamera pengawas (CCTV), termasuk peningkatan pengawasan di area kamar mandi.

"Kami meminta penambahan CCTV dan pengawasan, dan itu sudah disetujui, ada 16 CCTV," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Nasional
Pembangunan Harus Dirasakan...
Ekonomi
Gerakan Pangan Murah Hadir ...
Luar Negeri
Korut Klaim Telah Kerahkan ...
Advertisement
Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.