Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Desak Usut Tuntas Penembakan terhadap 3 ASN Dinas Pertanian Jayawijaya

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 00:02 WIB | Oleh:
Mentan Desak Usut Tuntas Penembakan terhadap 3 ASN Dinas Pertanian Jayawijaya Doc: Kementan
Ket. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ketiga ASN tersebut meninggal dalam insiden penembakan di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9).

Mereka menjadi korban penembakan saat rombongan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tengah menjalankan tugas menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat setempat pada Rabu sore.

Amran meminta kasus penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu diusut tuntas.

"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9).

Amran menyebut para korban sebagai pahlawan pangan yang gugur saat menjalankan tugas untuk membantu masyarakat di pedalaman Papua.

"Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu," ujar Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu. Ia menegaskan petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di Papua bukan pihak yang membawa ancaman bagi siapa pun.

Karena itu, menurut Amran, para petugas harus mendapat jaminan keamanan penuh dari aparat.

Amran meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut tuntas kasus penembakan tersebut serta memastikan keselamatan para petugas lapangan yang menjalankan tugas di Papua.

"Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua," ujar dia.

Kementerian Pertanian dan Bapanas, kata Amran, memastikan program bantuan ternak dan pangan di wilayah Papua Pegunungan tetap berlanjut tanpa terhambat. Pemerintah juga akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga para korban.

"Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Semoga aparat keamanan dapat segera mengungkap kasus ini dan memastikan tidak terulang kembali. Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Amran. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.