Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempar! Penemuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Diduga Jadi Tempat Perbudakan

📅 Selasa, 25 Jan 2022, 09:35 WIB | Oleh:
Gempar! Penemuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Diduga Jadi Tempat Perbudakan Doc: istimewa

Kejadian yang membuka kotak pandora pada Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin, di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara sudah ada sejak 2012. Hal tersebut merupakan kerangkeng manusia yang berada di rumah Bupati nonaktif Langkat.

"Ternyata kerangkeng itu sudah ada sejak 2012. Informasi awal dijadikan tempat rehabilitasi untuk orang atau masyarakat yang kecanduan narkoba atau ada yang dititipkan orangtuanya terkait kenakalan remaja," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Senin (24/1) sore.

Kerangkeng tersebut terungkap bersamaan setelah operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) beberapa waktu lalu.

Hadi mengatakan, terdapat dua kerangkeng manusia di dalam rumah Bupati nonaktif Langkat yang berukuran 6x6 meter. Kedua sel tersebut diisi oleh 27 orang yang setiap hari bekerja di kebun sawit. Setelah selesai bekerja, mereka akan dimasukkan ke dalam kerangkeng lagi.

"(Saat ini) mereka masih ada di situ (kerangkeng)," ujarnya.

Polisi melaporkan, 27 orang itu ternyata diantarkan sendiri oleh orangtua masing-masing.

Mengejutkannya, para orangtua yang menandatangani surat pernyataan tersebut.

"Mereka datang ke situ diantarkan oleh orangtuanya dengan menandatangani surat pernyataan. Isinya antara lain, direhabilitasi, dibina dan dididik selama 1,5 tahun. Mereka umumnya adalah warga sekitar lokasi," ujar Hadi.

Hadi menjelaskan, di 2017, BNNK Langkat sudah melakukan koordinasi bersama Terbit Rencana Perangin-angin, jika ingin dijadikan tempat rehabilitasi harus memiliki perizinannya.

"Namun sampai detik ini belum ada (perizinannya) dan saat ini sedang didalami oleh tim gabungan," ucapnya.

Lanjutnya, hal-hal atau informasi yang berkaitan dalam perkembangan saat ini masih digali informasinya di lapangan.

"Selnya ada. Ruang tahanan itu ada, betul dan ini yang sedang didalami tim. Tim sudah meminta keterangan dua penjaga di tempat itu," kata Hadi.

Sementara itu, dugaan dari tindak perbudakan manusia tersebut pertama kali diungkap oleh Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat (Migrant Care).

Migrant Care menyebutkan, pihaknya menerima laporan adanya kerangkeng manusia serupa penjara, yakni berupa besi yang digembok, di dalam rumah Terbit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Harga Bahan Pokok Naik, Nil...
Olahraga
Zverev Lolos Susah Payah, H...
Olahraga
Medi Yoku Pimpin Voli ke As...
Ekonomi
Harga Bahan Pokok Melonjak,...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.