Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

34 Santri Manba'ul Hikam Masih Dirawat di RSI Siti Hajar Sidoarjo Usai Dugaan Keracunan Makanan.

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 06:17 WIB | Oleh:
34 Santri Manba'ul Hikam Masih Dirawat di RSI Siti Hajar Sidoarjo Usai Dugaan Keracunan Makanan. Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Sidoarjo Subandi (tengah) memberi keterangan terkait kondisi santri korban dugaan keracunan, di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Rabu (2/9/2026). Ia menyatakan data terkini menampilkan tersisa 34 santri korban yang dirawat di RSI Siti Hajar sementara sisanya telah kembali ke kediaman masing-masing.

Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan hingga saat ini jumlah santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam korban dugaan keracunan makanan tersisa 34 orang yang dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur.

"Tinggal 34 santri yang masih dirawat di RSI Siti Hajar. Semua sudah dalam keadaan membaik dan sehat," kata Subandi usai mengunjungi korban di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Rabu.

Menurutnya, ke-34 santri yang kini sedang dirawat di rumah sakit tersebut dalam kondisi baik dan dapat kembali ke rumah masing-masing pada pagi esok hari.

Selain di RSI Siti Hajar, jumlah santri korban yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo juga telah pulang ke kediaman masing-masing pada Rabu (2/9) sore tadi.

Ia menyebutkan lima orang santri yang telah dinyatakan boleh pulang dari RSUD Notopuro Sidoarjo merupakan lima santri terakhir di rumah sakit tersebut.

"Tersisa 34 santri yang sedang di rawat di RSI Siti Hajar saja. Selain itu semua sudah pulang," kata Subandi.

Dari pantauan ANTARA, kejadian dugaan keracunan terjadi di Ponpes Manba'ul Hikam pada Selasa (1/9) mengakibatkan setidaknya 566 santri mengalami berbagai macam gejala keracunan seperti mual dan sakit perut serta lemas.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak pada Rabu (2/9) dini hari menyatakan kejadian dugaan keracunan tersebut tak hanya terjadi di Ponpes Manba'ul Hikam tetapi juga terjadi di 18 lembaga pendidikan di wilayah Sidoarjo usai seluruh pihak terkait menyantap menu makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kali Tengah, Sidoarjo pada Selasa (1/9).

Pada hari ini, Rabu (2/9) siang, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan surat penghentian sementara (suspend) berat terhadap operasional SPPG terkait.

Sementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terkait makanan yang disajikan, yang mana hasilnya diperkirakan akan selesai dalam waktu paling cepat satu minggu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

23 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.