Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, PVMBG Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penyebabnya

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, PVMBG Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penyebabnya Doc: Antara
Ket. Gedung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Kompleks Badan Geologi Kementerian ESDM, Bandung.

Bandung - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan fenomena enam gunung api di Indonesia yang erupsi secara bersamaan pada 31 Agustus 2026 murni dinamika vulkanik independen dan tidak saling memicu satu sama lain.

Enam gunung api yang erupsi serentak tersebut mencakup Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di NTT, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati, di Kompleks Badan Geologi Bandung, Rabu (2/9), menegaskan posisi Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan 127 gunung api aktif memungkinkan terjadinya erupsi pada hari yang sama tanpa adanya keterikatan sistemik.

"Kalau bahasa sederhananya dapurnya itu masing-masing, dapurnya itu sendiri-sendiri, begitu ya, dan proses menuju erupsi antara satu gunung dengan gunung yang lainnya itu juga berbeda-beda. Kami tidak menemukan bukti adanya satu proses geologi yang memicu seluruh erupsi tersebut secara bersamaan di tanggal 31 Agustus," kata Rita.

Rita juga meluruskan persepsi publik terkait gempa bumi yang sering dikaitkan dengan erupsi gunung api. Menurutnya, gempa tektonik tidak otomatis memicu erupsi kecuali terbukti lewat lonjakan data pemantauan internal gunung, seperti kegempaan dalam, deformasi tubuh gunung, hingga perubahan suhu dan pelepasan gas.

Dinamika erupsi serentak ini turut menaikkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung di Sumatera Utara dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB, setelah menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter di atas puncak.

Sementara Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih bertahan di Level III (Siaga) status yang berlaku sejak 2 Juli 2026 dengan erupsi kolom abu setinggi 200 meter pada 31 Agustus 2026.

Merespons kekhawatiran warga pesisir Banten dan Lampung terkait potensi tsunami akibat letupan Anak Krakatau, PVMBG mengimbau masyarakat tidak panik karena erupsi gunung tersebut tidak serta-merta menimbulkan tsunami.

PVMBG meminta warga mematuhi rekomendasi bahaya, khususnya mengosongkan zona bahaya radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung (serta radius 6 kilometer pada sektor selatan-timur) dan mewaspadai ancaman lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.