Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

USS Abraham Lincoln Tiba di Thailand Usai 286 Hari di Laut, Kondisi Awak Jadi Sorotan

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 20:45 WIB | Oleh:
USS Abraham Lincoln Tiba di Thailand Usai 286 Hari di Laut, Kondisi Awak Jadi Sorotan Doc: AFP
Ket. Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat USS Abraham Lincoln tiba di pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu (2/9/2026) setelah menjalani pelayaran selama lebih dari sembilan bulan. Kedatangan kapal tersebut menjadi perhatian setelah ribuan pelaut dan personel marinir menjalani penugasan panjang.

JAKARTA - Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat USS Abraham Lincoln tiba di pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu (2/9/2026) setelah menjalani pelayaran selama lebih dari sembilan bulan. Kedatangan kapal tersebut menjadi perhatian setelah ribuan pelaut dan personel marinir menjalani penugasan panjang yang turut diwarnai laporan mengenai memburuknya kondisi kesehatan mental di atas kapal.

Sekitar 5.000 pelaut dan personel marinir yang berada di kapal tersebut kini mendapat kesempatan untuk beristirahat di kawasan Pattaya. Kota wisata tersebut selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu tujuan rekreasi bagi personel militer Amerika Serikat yang bertugas di kawasan Asia.

Kapal induk USS Abraham Lincoln dipandu sejumlah kapal tunda saat memasuki kawasan pelabuhan Laem Chabang. Puluhan pesawat tempur terlihat berjajar di dek penerbangan kapal ketika kapal perang bertenaga nuklir tersebut tiba di perairan dekat Pattaya.

Komandan Kelompok Tempur Kapal Induk 3, Laksamana Muda Robert Loughran, mengatakan kunjungan ke Laem Chabang menjadi kesempatan bagi para awak untuk memulihkan kondisi setelah menjalani penugasan panjang. Ia menyebut para pelaut dan marinir layak mendapatkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.

" Kedatangan kami di Laem Chabang memberikan kesempatan yang sangat layak bagi para pelaut dan marinir untuk beristirahat serta memulihkan tenaga," kata Robert Loughran dalam sebuah pernyataan.

Kapten Dan Keeler selaku komandan USS Abraham Lincoln mengatakan kunjungan ke Thailand menjadi persinggahan pelabuhan pertama dalam penugasan bersejarah tersebut. Ia menyebut para awak dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk menikmati Thailand setelah kapal menghabiskan 286 hari di laut.

USS Abraham Lincoln meninggalkan California pada November 2025 untuk menjalankan tugas di Laut China Selatan. Kapal tersebut kemudian dialihkan menuju Timur Tengah menjelang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berlangsung sekitar enam bulan terakhir.

Penugasan panjang tersebut kemudian memunculkan laporan mengenai kondisi kehidupan yang semakin buruk di atas kapal. Sejumlah laporan juga menyebut adanya persoalan kesehatan mental, termasuk percobaan bunuh diri yang kemudian memicu kritik terhadap kebijakan perang pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat Amerika Serikat bahkan menyerukan penyelidikan mengenai kondisi para awak di dalam kapal. Laporan yang menjadi perhatian mencakup kekurangan makanan, kerusakan saluran air, hingga persoalan kesehatan mental.

Trump menepis kekhawatiran mengenai lamanya penugasan kapal tersebut. Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut Amerika Serikat Hung Cao pada pertengahan Agustus juga mengatakan sejumlah kasus kesehatan mental telah ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa.

Pemerintah Thailand menegaskan kunjungan USS Abraham Lincoln tidak berkaitan dengan konflik di Timur Tengah. Kedatangan kapal disebut sebagai bagian dari kebutuhan logistik serta waktu istirahat bagi awak kapal sesuai hubungan kerja sama pertahanan antara Thailand dan Amerika Serikat.

Thailand telah menjadi sekutu perjanjian Amerika Serikat sejak 1954 dan berstatus sebagai sekutu utama non-NATO sejak 2003. Kedua negara juga mempertahankan hubungan militer yang erat dan rutin menggelar latihan bersama.

Selama berada di Pattaya, para pelaut dan marinir akan mendapatkan transportasi bus dari kapal menuju kawasan wisata dan sebaliknya. Pemerintah kota setempat juga menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan para personel militer tidak dikenakan harga yang tidak wajar.

Wali Kota Pattaya Poramase Ngampiches mengatakan para personel militer Amerika Serikat datang untuk beristirahat. Ia menegaskan pemerintah setempat akan berfokus pada keamanan selama kunjungan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.