Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinas SDA Kini Merancang Waduk di Jakarta untuk Antisipasi Curah Hujan Ekstrem

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 15:20 WIB | Oleh:
Dinas SDA Kini Merancang Waduk di Jakarta untuk Antisipasi Curah Hujan Ekstrem Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
Ket. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum memberikan penjelasan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno terkait pembangunan Embung Kebagusan di Jalan Baung, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/1).

JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta kini merancang desain waduk atau embung yang mampu menampung air saat curah hujan ekstrem atau bahkan di atas 150 mm per hari, salah satunya Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Sekarang, infrastruktur kami didesain dengan curah hujan di atas 200 mm per hari. Embung (Kebagusan) ini didesain dengan intensitas curah hujan 221 mm per hari," kata Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum di Jakarta, Jumat.

Embung Kebagusan yang berlokasi di Jalan Baung, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu memiliki total luas sekitar dua hektare.

Embung tersebut dibangun untuk mereduksi debit banjir pada sistem aliran saluran penghubung Joe (sistem Kali Mampang-Krukut) dengan besaran reduksi sekitar 2,3 persen.

Debit air pada sistem aliran saluran penghubung Kali Mampang dan Krukut sebelum ada waduk atau Embung Kebagusan, yakni sekitar 30,07 meter kubik per detik. Namun setelah ada embung, debitnya bisa berkurang hingga menjadi 29,38 meter per detik.

"Konsepnya, sebelum aliran itu mengalir di pertemuan Kali Krukut dan Kali Mampang, di atas atau di hulunya kami tangkap terlebih dulu (di Embung Kebagusan). Harapannya, sampai di Kali Mampang sudah terjadi penurunan," jelas Ika.

Dengan begitu, genangan atau banjir di wilayah Pegangsaan Dua yang merupakan lokasi langganan banjir akibat luapan Saluran Penghubung Joe dapat ditangani.

Ika mengatakan Embung Kebagusan merupakan satu dari tujuh embung dan waduk yang sedang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saat ini, total embung di Jakarta sebanyak 50 embung.

"Potensi selain 50 plus tujuh tadi, ada kurang lebih 93," ujar Ika.

Embung atau waduk dibangun untuk menampung air sementara saat terjadi banjir. Langkah ini merupakan upaya menanggulangi banjir dengan menambah daerah resapan air.

"Jadi, selain membangun polder, meningkatkan kapasitas sungai, kami juga membuat tampungan-tampungan air dalam bentuk ruang terbuka biru," ungkap Ika.

Ke depan, dia memastikan pembangunan waduk/embung lainnya terus dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir terpadu di DKI Jakarta. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.