Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Evaluasi Hasil TKA Belum Merata, Dindik Jatim Genjot Literasi dan Numerasi

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 19:02 WIB | Oleh:
Evaluasi Hasil TKA Belum Merata, Dindik Jatim Genjot Literasi dan Numerasi Doc: ANTARA/Willi Irawan
Ket. Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai saat memberikan keterangan kepada wartawan.

SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memperkuat kemampuan numerasi siswa setelah hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menunjukkan capaian antardaerah belum merata dan mempengaruhi rata-rata nilai provinsi.

“Kalau diakumulasikan memang kelihatannya turun. Tapi secara personal anak-anak kita ini luar biasa. Mereka ada yang nilainya sampai 100, 95, 99,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai di Surabaya, Kamis (4/6).

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), rata-rata nilai Bahasa Indonesia peserta TKA SMP di Jawa Timur mencapai 63,47, sedangkan matematika berada pada angka 41,45.

Jumlah peserta TKA SMP di Jawa Timur tercatat sebanyak 587.167 siswa. Dari hasil tersebut, kategori siswa istimewa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 0,07 persen, sementara kategori istimewa matematika sebesar 0,03 persen.

Adapun kategori siswa dengan capaian memadai pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 50,91 persen. Sementara itu, kategori memadai untuk matematika berada pada angka 68,82 persen.

Aries mengatakan rata-rata nilai yang terlihat rendah dipengaruhi jumlah peserta TKA di Jawa Timur yang sangat besar sehingga hasil akhirnya merupakan akumulasi capaian seluruh wilayah.Menurut dia, terdapat sejumlah wilayah yang capaian nilainya masih rendah sehingga mempengaruhi rata-rata provinsi secara keseluruhan.

“Karena ada beberapa wilayah yang memang turun sehingga dirata-ratakan kelihatannya rendah. Tapi sebenarnya anak-anak kita sangat kompetitif,” katanya.

Ia menjelaskan nilai TKA siswa kini telah masuk dalam sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan akan diakumulasikan sesuai jalur penerimaan yang dipilih siswa.

Menurut dia, penguatan literasi dan numerasi akan terus dilakukan bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota guna meningkatkan pemerataan capaian akademik siswa di seluruh daerah.

Hal tersebut dilakukan mengingat kewenangan pengelolaan SMP berada di pemerintah kabupaten/kota, sedangkan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Penguatan literasi dan numerasi harus dilakukan pemerataan di seluruh wilayah. Ini akan kita liniarkan bersama supaya nanti nilai TKA mereka bisa lebih merata,” tegasnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.