Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pacitan Gelar Festival Rawat Jagat sebagai Ruang Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif

📅 Senin, 24 Nov 2025, 11:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pacitan Gelar Festival Rawat Jagat sebagai Ruang Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif Doc: ANTARA
Ket. Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, menjatuhkan kuali berisi air kembang tanda pembukaan Festival Rawat Jagat 4 di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan, Minggu (23/11/2025).

PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur kembali menggelar Festival Rawat Jagat (FRJ) sebagai ruang perayaan budaya, edukasi lingkungan, dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, di Pacitan, Senin (24/11), menjelaskan tema Rawat Jagat tahun ini, Sluman Slumun Slamet, diambil dari filosofi Jawa yang menekankan pentingnya ketertiban, kerukunan dan niat baik dalam menjaga harmoni kehidupan bersama.

Menurutnya, tema itu menjadi pedoman dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong tata kelola pembangunan yang berorientasi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Rawat Jagat bukan sekadar pertunjukan seni. Ini adalah gerakan bersama untuk menjaga warisan budaya, memupuk kepedulian lingkungan, dan menguatkan ekosistem ekonomi kreatif yang tumbuh dari masyarakat sendiri," ujarnya.

Tahun ini agenda tahunan tersebut memasuki penyelenggaraan keempat dengan pusat kegiatan di kawasan Alun-alun Pacitan yang disulap menjadi panggung seni dan ruang interaksi warga.

Gelaran Rawat Jagat menghadirkan empat lokasi pertunjukan yang tersebar di sekitar alun-alun.Beragam kesenian dipentaskan secara bergantian, mulai tari tradisional, teater rakyat, hingga kolaborasi sanggar dan pelajar.

Di sela-sela pertunjukan, pengunjung dapat menikmati sentra UMKM yang menyajikan kuliner lokal, kerajinan, dan produk kreatif khas Pacitan.

Ia menambahkan bahwa Rawat Jagat telah berkembang menjadi ruang dialog lintas komunitas, tempat pelaku seni, pegiat budaya, dan UMKM bertemu dalam satu ekosistem.

Pemerintah daerah ingin menjadikan festival ini sebagai tradisi berkelanjutan yang memperkuat identitas Pacitan sebagai kabupaten dengan kekayaan budaya dan bentang alam yang khas.

Selain pertunjukan, festival ini juga menyelipkan pesan konservasi dan mitigasi bencana, mengingat Pacitan berada pada wilayah rawan gempa dan tsunami.

Melalui berbagai aktivitas seni dan edukasi, masyarakat diajak memahami bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

"Harapannya Rawat Jagat tetap menjadi ruang pemersatu masyarakat serta sarana edukasi tentang keberlanjutan alam dan budaya. Semangat Sluman Slumun Slamet kami jadikan pengingat bahwa menjaga jagat adalah bagian dari menjaga diri kita sendiri," kata Gagarin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.