Komdigi Sukses Selenggarakan Bali Tech Week 2026, Perkuat Kolaborasi Ekosistem Digital ASEAN serta Buka Akses Investasi, Pasar Global, dan Pengembangan AI.
Rabu, 28 Okt 2026, 17:17 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Komdigi
Bali Tech Week (BTW) 2026 sukses diselenggarakan pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, dengan mempertemukan pemerintah, industri, startup, investor, akademisi, dan komunitas dari Indonesia serta berbagai negara. Diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BTW memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia melalui kolaborasi yang membuka peluang investasi, akses pasar global, dan pengembangan kecerdasan artifisial (AI), sekaligus memperkuat dialog kebijakan di kawasan ASEAN.
Mengusung tema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”, BTW menghimpun 13 agenda teknologi dalam semangat Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Penyelenggaraan ini didukung Telkom Indonesia sebagai Founding Partner, serta mitra strategis, antara lain Telkomsel, GoTo, dan InJourney, bersama para mitra penyelenggara kegiatan lainnya.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa konektivitas harus menghasilkan pertumbuhan sekaligus memberikan pelindungan bagi masyarakat dan kepastian bagi dunia usaha.
“Tugas utama kita tidak lagi hanya membangun konektivitas Indonesia, tetapi juga memastikan konektivitas itu diterjemahkan menjadi pertumbuhan, baik ekonomi, masyarakatnya, maupun perbaikan layanan publik. Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang layak dikejar kalau tidak ada keterjagaan. Pada ujungnya, inovasi harus mampu melindungi masyarakat, dan melindungi perusahaan dengan memberikan kepastian regulasi,” ujar Meutya dalam pembukaan BTW 2026.
Membuka Akses Investasi dan Pasar Global
Melalui HUB.ID Global Summit 2026, Komdigi mempertemukan 81 startup, 45 investor, dan 35 korporasi dari 13 negara dalam sesi business matchmaking terkurasi. Kehadiran korporasi memperluas peluang startup untuk menjangkau calon pelanggan, mengembangkan kemitraan penerapan teknologi, serta menjajaki akses pasar dan pendanaan.
Di sektor gim, Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2026, yang diselenggarakan Komdigi bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI), mempertemukan 244 studio gim dan 66 publisher dari 31 negara. Forum ini membuka kesempatan bagi pengembang Indonesia untuk menjajaki penerbitan, distribusi, investasi, dan pengembangan gim bersama mitra internasional. Penyelenggaraan IGDX tahun ini berkolaborasi dengan mitra kegiatan yakni Garena, Roblox, Multi Realm Games, Sisnet, Google Play, Ekraf, dan Institut Français Indonesia.
Akses lintas negara turut diperkuat oleh Endeavor Indonesia melalui Access to Market Tour: Indonesia Edition. Program ini membawa wirausahawan dari Malaysia, Filipina, Vietnam, Arab Saudi, dan Brasil mengikuti rangkaian BTW, membangun jejaring melalui HUB.ID dan Endeavor Dinner: Multiply Beyond Borders, kemudian melanjutkan agenda penjajakan pasar di Jakarta.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan, “Bali Tech Week 2026 merupakan upaya kolaboratif untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia. Kami mempertemukan pemerintah, pelaku industri, startup, investor, akademisi, dan komunitas agar kekuatan masing-masing dapat saling mendukung. Melalui HUB.ID Global Summit, kolaborasi ini diterjemahkan menjadi pertemuan bisnis yang terarah, membuka akses pendanaan, kemitraan strategis, dan pasar bagi inovasi Indonesia.”
Memperkuat Kemampuan AI Indonesia
BTW menjadi panggung bagi pengembangan teknologi AI yang memahami kebutuhan lokal. GoTo meluncurkan model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) open-source dengan 27 miliar parameter, yang dikembangkan untuk memahami bahasa Indonesia serta sejumlah bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Model ini disediakan secara gratis bagi startup, pelaku bisnis, universitas, peneliti, dan institusi publik untuk digunakan, dipelajari, serta diadaptasi dalam pengembangan solusi AI.
Telkomsel menampilkan sembilan produk dan layanan berbasis AI yang dikembangkan secara lokal untuk memperoleh masukan dari pengguna dan mitra sebelum pengembangan berikutnya. Demonstrasi tersebut mencakup SISCAMLING untuk membantu mengenali indikasi penipuan dan komunikasi mencurigakan, Adelia sebagai mesin pencarian dan asisten AI, Sacred Octagon untuk pembelajaran matematika, serta AUREL untuk membantu pengguna mengakses informasi dan ringkasan bisnis.
Dalam The 6th Artificial Intelligence Impact Summit (AIIS) 2026, KORIKA bersama AI Singapore meluncurkan Project NUSA (Network for Unified, Secure AI). Inisiatif ini mengembangkan fondasi tata kelola dan pengetahuan lokal yang dapat digunakan bersama untuk mendukung penerapan AI yang aman, tepercaya, dan relevan dengan kebutuhan industri. Pada tahap awal, 20 pihak dari industri, teknologi, dan pendidikan tercantum sebagai bagian dari ekosistem Project NUSA.
Sementara itu, Foundry Collective memperkenalkan AI-Native Company Builder bersama Founder Institute, dengan angkatan perdana ditargetkan dimulai pada kuartal pertama 2027. Foundry juga memaparkan Indonesia AI Startups Compendium 2026, hasil kolaborasi dengan DailySocial.id, yang memuat profil 40 startup AI terkurasi dari tujuh vertikal industri.
Memperluas Infrastruktur dan Peluang Investasi Digital
Melalui rangkaian BTW, TelkomGroup mengangkat penguatan kedaulatan digital dan peluang Indonesia menjadi Indo-Pacific Digital Hub. Kontribusi ini mencakup konektivitas domestik dan internasional, pengembangan kapabilitas AI, serta keamanan dan ketahanan digital sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.
Peluang investasi infrastruktur turut dibahas melalui agenda pemerataan pusat data hingga Indonesia bagian timur. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan pentingnya perencanaan lokasi, kepastian pasokan energi, konektivitas cadangan, dan penyederhanaan perizinan untuk mendukung pengembangan tersebut.
Pembahasan ini menegaskan bahwa kesiapan AI membutuhkan dukungan infrastruktur menyeluruh, termasuk listrik yang andal, kapasitas jaringan yang memadai, serta koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator, penyedia energi, dan investor. Pemerataan infrastruktur diharapkan membuka peluang investasi digital yang lebih luas sekaligus mendukung kebutuhan industri dan layanan publik di berbagai wilayah.
Membangun Kepercayaan dan Ekosistem Aset Digital yang Bertanggung Jawab
Melalui Tokocrypto Digital Summit 2026, Tokocrypto mempertemukan sekitar 600 peserta dari kalangan regulator, pelaku industri global, dan ekosistem blockchain. Forum ini mengangkat pentingnya kejelasan regulasi, transparansi, literasi keuangan, dan pelindungan konsumen dalam mendukung pertumbuhan industri aset digital Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!