Kegiatan Tidak Berguna, 19 Orang Terlibat Tawuran Berakhir Satu Tewas
Rabu, 28 Okt 2026, 15:18 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Polres Jakbar.
JAKARTA -- Polres Metro Jakarta Barat menangkap 19 orang yang diduga terlibat dalam tawuran antarkelompok di Jalan Salman, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar), yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia pada Senin (26/10) dini hari.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengungkapkan 19 orang yang diamankan itu terdiri dari tujuh orang dewasa dan 12 anak berhadapan hukum (ABH).
Penyidik masih mendalami peran masing-masing untuk menentukan keterlibatan mereka dalam rangkaian peristiwa tersebut.
"Dari hasil penyelidikan, kami mengidentifikasi empat orang yang diduga menjadi pelaku utama dalam kekerasan terhadap korban, yakni tiga orang yang diduga melakukan pembacokan dan satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras," ujar Nasriadi di Jakarta, Rabu.
Dia menyebutkan ketiga orang yang diduga melakukan pembacokan itu telah diamankan.
"Satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras masih dalam pengejaran," kata Nasriadi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Polisi awalnya menerima laporan masyarakat mengenai seorang pria yang ditemukan tergeletak di lokasi kejadian.
"Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat," tutur Nasriadi.
Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh serta luka pada wajah, yang diduga berkaitan dengan penyiraman air keras.
"Penyelidikan lebih lanjut mengungkap dugaan keterlibatan empat kelompok yang dikenal dengan nama Popeye, Batavia, Bonsal, dan Samudra," ungkap Nasriadi.
Keempat kelompok tersebut diduga memanfaatkan media sosial untuk mengatur pertemuan, mengajak anggota, dan memprovokasi aksi saling serang.
Polisi juga mengamankan empat akun media sosial beserta para adminnya yang diduga berkaitan dengan pengaturan aksi tersebut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para admin diduga menggunakan akun yang dikelola untuk mengunggah ajakan tawuran, menghimpun anggota, serta menyiarkan dan merekam kejadian melalui fitur siaran langsung," papar Nasriadi.
Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarma Korniawan menjelaskan penyidik masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut.
"Salah satu dugaan yang sedang ditelusuri adalah keinginan untuk memperoleh eksistensi di media sosial, termasuk kemungkinan keuntungan dari siaran langsung," terang Edy.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!