Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah

📅 Kamis, 22 Okt 2026, 23:55 WIB | Oleh:
GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah Doc: Grab Indonesia
Ket. Roy Nugroho, Director of Commercial, Grab Indonesia saat memaparkan berbagai insight strategis dalam acara F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026 di Jakarta. Pesanan GrabMart pada dini hari tumbuh 40,5% sepanjang 2025. GrabAds melihat perubahan pola belanja ini membuka peluang pemasaran baru bagi industri F&B dan FMCG.

JAKARTA — Kebiasaan masyarakat berbelanja kebutuhan harian melalui platform digital semakin meluas hingga malam dan dini hari. GrabMart mencatat pertumbuhan pesanan sebesar 40,5% pada pukul 02.00–05.59 WIB sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini membuka peluang bagi merek makanan dan minuman (F&B) serta barang konsumsi cepat habis (FMCG) untuk menjangkau konsumen di luar jam belanja konvensional.

Temuan tersebut dipaparkan GrabAds dalam acara F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026. Data itu menunjukkan perubahan waktu belanja konsumen sekaligus menyoroti pentingnya pemanfaatan data perilaku konsumen untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih relevan.

Pertumbuhan pesanan GrabMart juga terlihat pada malam hari. Pesanan pada pukul 21.00–22.29 WIB meningkat 38,4%, sedangkan pada pukul 22.30–01.59 WIB tumbuh 36,3% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Director of Commercial Grab Indonesia Roy Nugroho mengatakan, perubahan tersebut menunjukkan konsumen memiliki fleksibilitas lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di luar waktu belanja yang selama ini menjadi fokus utama.

“Pertumbuhan belanja pada malam hingga dini hari menunjukkan bahwa konsumen kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk di luar jam belanja konvensional. Bagi industri F&B dan FMCG, perubahan ini membuka peluang untuk menjangkau konsumen yang sebelumnya mungkin belum banyak diperhatikan,” kata Roy melalui keterangannya pada hari Kamis (22/10).

Menurut dia, data perilaku konsumen dapat membantu perusahaan mengenali perubahan kebutuhan dan menentukan pendekatan pemasaran yang sesuai dengan waktu serta situasi belanja konsumen.

Preferensi Produk Berbeda Berdasarkan Waktu Belanja

Selain waktu pemesanan, data GrabAds menunjukkan perbedaan preferensi kategori produk berdasarkan waktu belanja. Pada pagi hari, konsumen cenderung membeli buah-buahan, sayuran, bumbu masak, serta daging dan makanan beku. Sementara itu, camilan dan es krim menjadi pilihan pada siang hingga sore hari.

Pada malam hari, minuman dan camilan termasuk kategori yang banyak diminati. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan konsumen berubah sepanjang hari, sehingga waktu belanja dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi pemasaran dan penawaran produk.

Untuk memenuhi kebutuhan belanja pada berbagai waktu, GrabMart menghadirkan kampanye Belanja Terima Beres yang menawarkan layanan belanja kebutuhan harian sepanjang waktu, disertai berbagai promosi dan pengiriman dalam waktu kurang dari satu jam.

Grab juga mengembangkan DailyMart by Grab, yang sebelumnya dikenal sebagai GrabMart Kilat. Layanan ini menyediakan produk segar, seperti buah-buahan, sayuran, dan daging, yang dikirim langsung dari toko yang dikelola secara khusus oleh GrabMart.

Perbedaan Pola Pencarian di GrabMart dan GrabFood

Temuan lain yang dipaparkan dalam forum tersebut berkaitan dengan cara konsumen menemukan produk. GrabAds mencatat enam dari sepuluh pesanan GrabMart diawali dengan pencarian langsung melalui fitur pencarian.

Pola ini berbeda dengan GrabFood. Sebanyak 79% pesanan di layanan pesan-antar makanan tersebut justru diawali dengan eksplorasi berbagai pilihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

29 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.