Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Rabu, 28 Okt 2026, 14:12 WIB | Oleh:
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah Doc: Istimewa
Ket. Bagi Indonesia, keberhasilan program E50 akan ditentukan bukan hanya oleh kemampuan menetapkan target pencampuran, melainkan juga kesiapan industri untuk menghasilkan bioetanol dalam jumlah besar secara konsisten dan kompetitif.

JAKARTA – Ambisi Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil melalui program bioetanol E50 membutuhkan pembangunan infrastruktur industri dalam skala besar. Pemerintah memperkirakan sedikitnya 320 pabrik etanol baru diperlukan untuk menopang rencana pencampuran bioetanol hingga 50 persen dalam bensin.

Dilansir dari Antara, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, setiap pabrik yang dibutuhkan diproyeksikan memiliki kapasitas produksi 60.000 kiloliter. Pembangunan fasilitas tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus mendorong tumbuhnya industri berbasis sumber daya domestik.

“Untuk memenuhi persyaratan E50, kita perlu membangun 320 pabrik etanol, masing-masing dengan kapasitas 60.000 kiloliter,” kata Brian saat berbicara dalam Forum Investasi Teknologi dan Inovasi Danantara 2026, Senin (26/10).

Menurut Brian, pengembangan bioetanol bukan sekadar upaya mengganti sebagian komponen bensin. Program ini juga diarahkan untuk mengalihkan belanja impor energi yang nilainya mencapai 50 miliar dolar AS per tahun ke sektor industri dalam negeri.

Jika pengembangan industri tersebut berjalan sesuai rencana, kebutuhan bahan baku, pembangunan fasilitas pengolahan, hingga distribusi bioetanol berpotensi membuka ruang investasi baru di berbagai daerah.

E10 pada 2027, E50 Jadi Target Berikutnya

Pemerintah menyiapkan penerapan bioetanol secara bertahap. Campuran E10 ditargetkan mulai diperkenalkan pada 2027, kemudian ditingkatkan menjadi E20 pada 2028, sebelum mencapai E50.

Angka pada setiap jenis campuran menunjukkan persentase bioetanol dalam bahan bakar. Dengan demikian, E50 berarti bensin mengandung 50 persen bioetanol berdasarkan volume campuran.

Target tersebut memiliki tantangan tersendiri mengingat konsumsi bensin nasional mendekati 40 juta kiloliter per tahun. Kebutuhan bioetanol dalam jumlah besar harus diimbangi dengan kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku, serta infrastruktur penyimpanan dan distribusi yang memadai.

Indonesia memiliki sejumlah pilihan bahan baku yang dapat dikembangkan, antara lain tebu, singkong, dan jagung. Pemanfaatan komoditas tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara sektor pertanian dan industri energi.

Namun, pembangunan ratusan pabrik membutuhkan koordinasi yang erat agar pasokan bahan baku tidak mengganggu kebutuhan pangan maupun industri lain. Produktivitas pertanian, efisiensi pengolahan, dan kepastian penyerapan hasil produksi akan menjadi faktor penting dalam menentukan kelayakan investasi.

Danantara dan Investor Swasta Didorong Terlibat

Brian menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan investor swasta, termasuk Danantara, untuk mempercepat pengembangan teknologi bioetanol di dalam negeri.

Selain investasi, reformasi regulasi juga diperlukan agar teknologi yang dikembangkan melalui penelitian dapat lebih cepat masuk ke tahap komersialisasi. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, industri bioetanol diharapkan tidak berhenti pada proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi sektor usaha yang mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional.

Bagi Indonesia, keberhasilan program E50 akan ditentukan bukan hanya oleh kemampuan menetapkan target pencampuran, melainkan juga kesiapan industri untuk menghasilkan bioetanol dalam jumlah besar secara konsisten dan kompetitif.

Pemerintah menempatkan program ini sebagai salah satu jalan untuk memperkuat ketahanan energi, mengurangi paparan terhadap gejolak harga minyak dunia, dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal. Besarnya kebutuhan investasi untuk membangun 320 pabrik sekaligus menunjukkan bahwa pencapaian target E50 memerlukan persiapan industri yang serius dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sedang Viral! Diaspora Indo...

Dishub Tangsel Tindak Parkir Liar yang Kian Menjamur

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Dishub Tangsel Tindak Parki...
Nasional
BMKG: Cuaca Panas Indonesia...

Menbud Ajak Masyarakat Rawat Persatuan Bangsa

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ajak Masyarakat Rawa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.