Komdigi Sukses Selenggarakan Bali Tech Week 2026, Perkuat Kolaborasi Ekosistem Digital ASEAN serta Buka Akses Investasi, Pasar Global, dan Pengembangan AI.
Rabu, 28 Okt 2026, 17:17 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKeterlibatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pelaku industri nasional dan global mempertemukan perspektif pengawasan dengan kebutuhan inovasi. Pembahasan menekankan bahwa pertumbuhan industri perlu ditopang tata kelola, manajemen risiko, keamanan siber, dan pemahaman masyarakat terhadap peluang serta risiko aset digital.
Penguatan ketahanan digital juga dibahas melalui AI & Cybersecurity Executive Forum (AICX) 2026, yang diselenggarakan ITSEC Asia bersama Komdigi. Menghadirkan lebih dari 600 peserta dan 25 pembicara nasional serta internasional, forum ini membahas AI, keamanan siber, dan kesiapan menghadapi teknologi kuantum, termasuk kebutuhan pengembangan talenta, investasi infrastruktur, dan ketahanan operasional.
Memperkuat Kolaborasi ASEAN melalui Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga
Dimensi regional BTW tercermin dalam dialog Meutya Hafid bersama Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo, yang membahas kepercayaan digital, tata kelola AI, dan kolaborasi kawasan. Dalam dialog terpisah bersama Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil, pelindungan anak, tanggung jawab platform, dan pendekatan regulasi menjadi perhatian bersama.
Pertukaran pandangan tersebut mencerminkan kesamaan arah untuk memajukan ekonomi digital ASEAN sekaligus menjaga keamanan masyarakat. Kolaborasi lintas negara membuka ruang berbagi pengalaman kebijakan dan mendorong tanggung jawab platform digital yang beroperasi melampaui batas negara.
Semangat Terhubung diwujudkan melalui infrastruktur dan jejaring pemerintah, startup, investor, industri, serta mitra regional. Tumbuh diterjemahkan melalui peluang investasi, akses pasar, demonstrasi teknologi, transformasi digital, dan berbagi pengetahuan. Sementara itu, Terjaga menempatkan keamanan dan pelindungan pengguna sebagai fondasi pertumbuhan, sejalan dengan agenda Komdigi, termasuk PP TUNAS, registrasi kartu SIM berbasis biometrik, DARA, dan Indonesia Game Rating System (IGRS).
Keterhubungan talenta, inovasi, industri, dan pasar juga menjadi arah pengembangan Garuda Spark Innovation Hub, agar kolaborasi dapat membantu pelaku ekosistem mengembangkan teknologi dan memperluas peluang usaha.
Empat Agenda Aksi untuk Keberlanjutan Kolaborasi setelah BTW
Kontribusi para mitra hadir melalui BTWCon, Telkom Sovereign Tech Summit, HUB.ID Global Summit 2026, Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2026, KORIKA AI Impact Summit (AIIS) 2026, ITSEC AI & Cybersecurity Executive Forum (AICX) 2026, Tokocrypto Digital Summit, Digital Economy Policy Forum, Endeavor Global Forum, Bali Capital Circle, Foundry Collective, Sira Village Excursion Trip, dan UDImpact.
Untuk menindaklanjuti pembahasan selama BTW, Komdigi menetapkan empat agenda aksi untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia: pemetaan infrastruktur dan teknologi digital nasional, pengembangan percontohan adopsi teknologi, penguatan talenta dan inovasi AI, serta penyelarasan regulasi dan investasi dengan perkembangan teknologi. Dokumen pemetaan infrastruktur ditargetkan selesai dalam 30 hari sejak agenda tersebut disampaikan, sebagai dasar rencana aksi bersama pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi.
“Forum yang baik tidak hanya diukur dari ramainya diskusi ataupun dinamisnya perbincangan, melainkan dari apa yang akan kita kerjakan setelahnya,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam Sovereign Tech Summit pada 22 Oktober. Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap kolaborasi, teknologi, dan investasi global, sembari memperkuat kemampuan menjaga dan mengendalikan kapabilitas digital yang strategis bagi bangsa.
Keberlanjutan koneksi menjadi ukuran penting setelah penyelenggaraan: penjajakan pendanaan dan pelanggan bagi startup, peluang adopsi teknologi, serta kemitraan yang membantu industri Indonesia berkembang dan menjangkau pasar lebih luas.
“Indonesia memiliki talenta, inovasi, dan pasar yang besar. Tantangan kita adalah menghubungkan seluruh potensi tersebut agar menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Kami ingin kemitraan yang dimulai di Bali Tech Week berlanjut menjadi investasi dan kerja sama nyata, membantu startup tumbuh, memperkuat kemampuan industri, serta memperluas manfaat teknologi ke berbagai daerah,” tutup Edwin.
Informasi lebih lanjut tersedia melalui balitechweek.id.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!